BAB 73

1443 Kata

Lintang menggaruk kepalanya meski tak merasa gatal entah kenapa kegiatan seperti itu tiap kali dirinya bangun wajib sekali dirinya lakukan. Padahal jam alaram sudah berdering dasarnya emang manusia lebih memilih kembali melanjutkan tidur daripada bangun dan melakukan sholat subuh. Apalagi yang di peluk Lintang juga sama-sama terlelapnya, tumben sekali batin Lintang saat dirinya memeluk istrinya tanpa penolakan. Lintang membuka matanya sedikit untuk melihat benarkah ini istrinya yang ia peluk, padahal alarm kesayangan istrinya itu sudah berdering namun si pemilik dering hanya mematikan dan kembali mengeratkan pelukannya. “Yang, enggak subuhan?” tanya Lintang yang kembali memejamkan mata. “Aku lagi males banget geraknya. Kamu sholat subuh dulu deh.” “Halangan ya?” Rara memberikan kepala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN