Dua insan ini sedang di mabuk asmara apalagi tittle pengantin baru masih menjadi julukan untuk mereka berdua, memang dasar Lintang suka mencari kesempatan dalam kesempitan mumpung istrinya masih dalam mode baik-baiknya saja, Lintang menciumi leher Rara mencoba keberuntungan disana siapa tahu pancingannya itu membawa dalam kegiatan menyenangkan seperti semalam. Entah kenapa semenjak Lintang bisa menyentuh kulitnya hingga kulit terdalamnya seperti semalam sekarang kulitnya menjadi sensitive tiap kali Lintang menyentuhnya seperti saat ini, hidung mancung Lintang tengah menyusuri lehernya dengan gerakan halus namun mampu memancing sesuatu hal dalam diri Rara. “Mashh—“ “Hmm—kamu suka?” bisik Lintang dengan menyusuri tulang selangka Rara. Rara jelas mengangguk bahkan dirinya tak sadar bahw

