BAB 54

1995 Kata

Hingga sore menjelang Awina dan Gala masih terlelap mereka lupa bahwa anak-anak mereka sudah menunggu jemputan si Papa mereka sampai Gamma sudah menangis rewel, akhirenya Mandaka mengantar Rara dan Gamma untuk pulang, Mandaka kira pasti anak dan menantunya tengah sibuk di rumah jadi hingga lupa untuk menjemput putra-putri mereka. Gamma masih saja rewel meski sudah di tenangkan oleh Elli tetap saja Gamma selalu menolak dan menginginkan sang Mama. “Gamma mau sama Kakak?” Rara mencoba mengajak Gamma. “Ma—mau Ma—mama.” “Iya, ini pulang tapi Gamma harus diam dulu, kalo enggak diam nanti mobil kakung enggak mau gerak, makin lama deh kita pulangnya, mau?” Gamma menggeleng dengan keras. “nah, jadi Gamma harus tenang dan diam dulu ya, biar Kakung juga mengemudinya hati-hati.” “I—iyahh Gam—Gam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN