BAB 53

1935 Kata

(Warning : 21++) Suara tangisan Gamma membuat Awina mau tak mau membuka matanya bahkan posisi Gamma sekarang tiduran diperutnya sembari menangis memangil nama Papanya, setiap pagi pasti selalu begini bila pagi menjelang nama Galalah yang akan dicari oleh Gamma sampai-sampai mau Awina gendong saja ia menolak dan maunya bersama sang Papa. “Gamma—nak, kok nangis gini sihh, diem dulu ah.” “Papapapaaaa—“ “Iya, ayo cari Papa tapi jangan nangis gini, kasihan yang lain masih bobok nak,” “Bobo Ma?” tanya Gamma sembari menangis. “Iya Bobo, masih subuh ini—ayo Gamma bobok lagi aja ya.” “Mau Papa.” Pinta Gamma dengan suara serak. “Ya udah, cari Papa yuk.” lantas Gamma mengulurkan tangannya untuk meminta gendong sang Mama. Awina juga tak mengerti tumben sekali suaminya itu subuh-subuh sudah t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN