BAB 15

1980 Kata

“Gala, Gala—Ya allahhh..” teriak Dalila saat mengetahui putra tersayangnya terbaring pucat. Sungguh Dalila ingin mengetuk teman Gala yang bernama Fadli itu, setelah Dalila mengetuk ibu tiga anak itu mungkin akan mengirim Fadli kenereka, mengirimnya kesana lebuh cepat dari takdir Tuhan. Salah apa putranya sampai dia tega-teganya menusuk Gala begini. Gala yang dipeluk sang Mama hanya bisa diam, menolakpun tak akan mungkin posisinya perutnya saja masih terasa sakit dan nyeri sekaligus ia malu dengan Awina yang tengah menatapnya dengan sendu. “Ma, aku ini kan cuman ketusuk masih ada nafas lagi, stop ngelus-ngelus rambutku kaya anak kecil.” protes Gala. “Lah kamu kan emang anaknya Mama emang kenapa sih? Malu didepan Awina kamu mama perilakuin kaya anak kecil?” Gala mengangguk membenarkan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN