Hidup Rara beberapa bulan ini sudah sangat tenang, amat sangat tenang malah. Bahkan kehidupannya kembali seperti dulu tenang dan terarah tak ada lagi pengganggu yang membuatnya harus melakukan serangkaian tingkah menghindar. Kini Rara disibukkan dengan acara kakak sepupunya ya Nadia akan menikah dalam kurung beberapa bulan belakangan ini, sekalian dirinya membantu dan mengurus caffenya sunggu sangat menyita waktu Raraq bahkan ia lupa dengan kejadian beberapa bulan lalu prihal Lintang yang kurang ajarnya menciumnya tak salahkan Rara membherikan pembalasan dan perlakuan yang tak sopan pada laki-laki itu. “Rara, bengong aja—ini gimana gaunnya Mbak, oke?” tanya Nadia sembari memutar badan kurusnya dengan dibalut gaun pengatin berwarna putih tulang itu. “Bagus kok Mbak, pas dibadannya Mbak

