Dalam perjalanan pulang, Rena melihat Olivia yang sejak tadi murung. Bahkan dia terus menatap keluar jendela. Ia begitu penasaran dengan apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya itu. “Vi, apa lo gak sebaiknya pulang aja? Kayaknya lo pucet gitu.” Olivia menggelengkan kepalanya. “Gue gak bisa seenaknya bolos kerja gitu. Apalagi saat ini Devan dan Ardi gak ada di kantor,” tolaknya. “Tapi, dengan kondisi lo saat ini, gue gak yakin lo bisa fokus dengan kerjaan lo. Lo butuh istirahat.” Olivia menghela nafas. Apa yang dikatakan Rena memang benar. Tapi ia juga tak akan memungkiri, jika kebenaran tentang masa lalunya yang belum lama ini Rian ceritakan sungguh mengganggu pikirannya. “Vi, apa lo saat ini sedang memikirkan apa yang tadi Rian ceritakan?” Olivia menganggukkan kepalanya, ia lalu

