Hanya obsesi

1724 Kata

Di sebuah ruangan dengan pencahayaan lampu yang sangat minim. Ada sepasang sejoli yang tengah memadu kasih. Peluh bahkan sudah membanjiri kedua tubuh polos itu. Desahan-desahan kenikmatan bahkan memenuhi ruangan dengan AC yang masih menyala. Tapi, hawa dingin yang diciptakan AC itu, tak bisa menurunkan suhu tubuh kedua sejoli yang tubuhnya semakin terasa memanas karena gairahh yang memuncak. “Sayang, kamu memang selalu membuatku puas. Permainanmu mampu membuatku mendapatkan pelepasan berkali-kali,” racau Erin dengan tubuh yang penuh dengan peluh. “Aku akan melakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia, Sayang. Itu janji yang dulu pernah aku katakan sama kamu.” “Itu sebabnya sampai sekarang aku masih mempertahankanmu,” ucap Erin dengan kedua mata yang terpejam sambil merasakan kenikmat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN