Terpaksa berbohong

1885 Kata

Olivia mengernyitkan dahinya saat melihat Devan yang pulang ke rumah dengan wajah kesal. Belum lagi Ardi yang berjalan di belakang suaminya kini tengah menahan tawa, hingga membuat Olivia semakin penasaran dibuatnya. Devan bahkan langsung menaiki tangga, ia sama sekali tak menyapa Olivia, maupun mengecup kening Olivia seperti biasanya jika mereka bertemu. Ada yang janggal. Itu yang Olivia pikirkan saat ini. “Ar, kenapa sama Devan? Kenapa wajahnya kusut kayak gitu? Apa ada masalah di kantor?” Olivia bahkan tak menyadari akan kesalahannya. Ardi mengedikkan kedua bahunya. Ia lalu memberikan martabak dan es krim pesanan Olivia. “Itu semua suami lo yang beliin. Gue hanya diminta untuk memberikannya sama lo. Kalau lo penasaran dengan apa yang terjadi sama suami lo, lebih baik lo tanyakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN