Olivia membuka pintu secara perlahan. Bahkan degup jantungnya masih berdegup dengan sangat kencang. Padahal baru beberapa hari ia tak bertemu dengan Devan, tapi rasanya sudah seperti setahun lamanya. Rasa rindu kepada sang suami membuat d**a Olivia semakin terasa sesak. “Via!” seru seseorang yang Olivia kenal. “Emir!” Olivia juga terkejut saat melihat Emir ada di ruangan Devan. Tapi, ia lebih terkejut saat ia semakin melangkah masuk dan melihat Devan yang tertidur di sofa dengan penampilan yang sangat berantakan. Tak memakai jas dan dasi, bahkan kancing kemejanya terbuka 3 kancing dari atas terbuka dan memperlihatkan d**a bidangnya. “Apa yang terjadi dengan Devan?” tanyanya cemas lalu bergegas melangkah mendekati sofa tempat Devan terbaring dengan kedua mata yang terpejam. Emir m

