Kau milikku

2076 Kata

Olivia menyesali apa yang sudah ia lakukan tadi. Mencium bibir Devan tanpa memikirkan apa akibatnya. Ia sepertinya lupa, jika Devan mudah sekali on hanya dengan sebuah ciuman. Apalagi saat ini Devan tengah dalam pengaruh alkohol. Apalagi saat ini posisinya sangat sulit untuk terlepas dari kungkungan Devan. Belum lagi, Devan melumat bibirnya dengan sangat rakus. Sikap Devan seolah-olah baru mendapatkan makanan lezat yang sudah lama tak ia makan. Dengan nafas terengah-engah, Olivia mendorong tubuh Devan. Tapi, tenaganya sama sekali tidak sebanding dengan tenaga Devan. Usahanya sia-sia, ia hanya bisa pasrah dan menerima perlakukan Devan padanya. “Kamu milikku, Vi. Hanya milikku!” “Ya, aku hanya milikmu, selamanya hanya milikmu. Maafkan sikap egoisku yang sudah pergi meninggalkanmu dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN