Olivia mengernyitkan dahinya saat melihat layar ponselnya. Di layar benda pipih itu tertera nama Emir. Kenapa Emir menghubungi gue? bukahkan dia sekarang lagi ke luar negeri ya? “Siapa?” tanya Devan lalu mendudukkan tubuhnya di samping Olivia. Devan mengambil ponsel Olivia. “Emir! Kenapa dia menghubungi kamu lagi?” tanyanya lalu menggeser tombol berwarna merah. Olivia mengedikkan kedua bahunya. “Kamu kan sahabatnya. Kamu yang lebih tahu siapa dia,” ucapnya acuh lalu kembali melanjutkan makan siangnya. “Aku sudah bilang sama kamu. Jauhi Emir. Sekarang ada Rian, apa harus ada Emir juga? Apa kamu sama sekali gak bisa tegas sama mereka berdua. Apa kamu merasa senang dikelilingi pria yang suka sama kamu?” Olivia mengernyitkan dahinya. “Apa maksud kamu? apa kamu pikir aku dengan sengaj

