Rena terus mengikuti langkah Olivia. Sejak tadi Olivia masih bungkam dengan air mata yang terus mengalir dari kedua sudut mata indahnya. Rena berulang kali bertanya kepada Olivia, apa yang terjadi dengannya. Tapi, Olivia sama sekali tak menjawab malah terus menghindari Rena sejak keluar dari lift. “Vi. Ada apa sih? Kenapa lo diam? Apa lo gak mau cerita sama gue?” Erin masih terus mengekor di belakang Olivia. “Jangan ngikutin gue. Lebih baik lo pergi deh!” ketus Olivia. Rena tak peduli dengan apa yang Olivia lontarkan padanya. Sebagai sahabat, ia harus ada di samping Olivia saat dia butuh tempat bersandar. “Lo tau, gue gak akan pergi meskipun lo ngusir gue berapa kali pun,” kekeh nya. “Gue lagi ingin sendiri, Na. Gue butuh waktu untuk sendiri.” bicara bahkan dengan masih terus berjal

