17. My Hero

805 Kata

Jam istirahat membuat aku kelelahan karena di kerumuni banyak orang. Yah, yang di d******i anak cowok. Kalau bukan karena bantuan, Mela mungkin aku masih ada di kepungan sesak itu. "Terima kasih, Mel.." kataku saat Mela menggandeng tanganku untuk pergi ke kantin. "Lain kali kalau mau cantik, pikir resikonya dulu.." kata Mela dengan ucapan tajamnya. "Aku bukannya mau cantik. Tapi, aku cuma mau ada perubahan, Mel." Mela menghentikan langkahnya kemudian membalikan tubuhnya. Terlihat Jamelah menghela napasnya berat ke arahku. "Apa kamu nggak sadar hah? Kamu cantik banget makannya mereka minta nomor kamu!" Aku memutar bola mataku. Mela memang berlebihan. "Udahlah Mel. Sekarang kamu mau ajak aku kemana?" "Ke kantin," jawab Mela singkat. Aku membulatkan mataku. Ingin protes ke arah Mela.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN