Bab 71

2069 Kata

Air mata Diva sudah tidak turun lagi, hanya menyisakan jejak basah di pipi mulusnya yang memerah. Meskipun Juna sudah mengusapnya beberapa kali, jejak itu masih terlihat meski samar. Kata-kata frontal Juna memang sangat bermanfaat untuk keadaan seperti ini, tangis Diva langsung berhenti walaupun tidak reda, masih meninggalkan sesenggukan dan sedikit air yang masih menggenangi mata indahnya. "Jangan nangis lagi, ntar aku jadi pengen beneran," bujuk Juna kesekian kali sambil mengusap sisa-sisa air mata yang tertinggal di pipi mulus gadisnya. "Aku belum ngunci pintu, lho, Be." Sekali kali mata Diva melebar. Sungguh, Juna benar-benar tidak lucu baginya. Semua lelucon yang dikatakannya sebagai pembujuk sangat garing, tidak ada satu pun yang membuatnya tertawa. Juna terkekeh pelan, mencubit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN