Bab 89

2119 Kata

Lega. Itu yang dirasakan Diva ketika makan malam selesai. Ayah Juna tidak seperti mamanya yang menyenangkan dan suka bercerita. Pria yang mewariskan ketampanan pada Juna itu tidak banyak bicara. Selama makan dia tidak bersuara. Beruntung Mommy Barbara selalu mengajaknya bicara sehingga Diva tidak merasa seperti anak hilang karena Juna juga sama seperti ayahnya, memilih untuk diam. Namun, dari tatapan mata dan gerak-geriknya, Diva tahu kalau Arsen Dirgantara juga merestui hubungan Juna dan dirinya. Inilah hal yang paling membuatnya bahagia malam ini selain bertemu lagi dengan Mommy Barbara. "Sampai besok?" Itu bukan pertanyaan, melainkan permintaan, atau mungkin perintah. Kata Mommy Barbara tadi, sifat Juna sangat mirip dengan ayahnya. Selalu menyamarkan permintaan dengan bertanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN