Bab 88

2040 Kata

Tak biasanya Diva bangun sepagi ini, bahkan matahari belum menunjukkan tanda-tanda akan terbit. Dia yang biasanya bangun setengah enam, bangun enam puluh menit lebih awal, pukul setengah lima. Diva tahu ini masih terlalu pagi, masih ada waktu untuk melanjutkan tidur. Namun, matanya tidak mau terpejam, dia sudah tidak mengantuk lagi. Rasa kantuknya hilang bersama mimpi buruk yang datang. Mimpi yang membuatnya tidak berani lagi untuk memejamkan mata barang sedetik pun. Mimpi terburuk bagi seorang Diva Sandora adalah kehilangan Arjuna Dirgantara. Celakanya tadi malam dia memimpikan hal itu, bukan hanya sekali, tapi berulang-ulang. Juna meninggalkannya, pemuda itu tidak memercayai apa yang dia katakan. Juna lebih percaya pada apa yang dikatakan teman-teman sekolah mereka, tentang dirinya yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN