Sudah lebih dari satu jam Tasya menunggu di tempat yang mereka janjikan tapi Juna belum datang juga. Beberapa kali dia mencoba menghubunginya, baik pesan maupun telepon, tidak dibalas dan tidak dijawab. Padahal dia sudah membatalkan janjinya dengan seorang pria berusia dua puluh lima tahun hanya demi bertemu dengan Juna, tapi sampai sekarang tak terlihat sosok Juna memasuki pintu kafe itu. Apakah Juna membatalkan janji mereka? Tasya menggigiti kuku jarinya, dia mulai cemas. Sebenarnya sudah sejak tiga puluh menit yang lalu tidak ada kabar dari Juna, dia sudah mulai cemas. Sekarang kecemasannya semakin menjadi. Bukan takut pemuda itu kenapa-kenapa —dia tahu Juna pemuda yang tangguh, dia sudah mengenalnya, yang ditakutkannya adalah Juna yang tidak jadi datang. Apakah Diva sedang ada bersam

