Pesan tanpa nama itu datang lagi, dengan nomor yang tudak dikenali. Berkali-kali, membuat Diva mengernyit heran untuk yang kesekian kali. Gadis itu sudah mencoba mengabaikan, tapi pesan itu terus datang lagi dan lagi. Bahkan dengan kata-kata yang lebih kasar dan mengancam. Jujur saja itu membuatnya sedikit takut sehingga dia sulit tidur karena selaku dihantui mimpi buruk di dalam ancaman si pengirim pesan. Dia hanya bisa tidur lelap bila di pelukan Juna. Namun, tak mungkin selalu menginap di apartemen kekasihnya itu. Dia hanya bisa menginap saat kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah, seperti mereka keluar kota atau keluar negeri mengurus bisnis Papa. Celakanya, sudah seminggu ini kedua orang tuanya tidak ke mana-mana, Papa sedang tidak ada urusan di luar kota. Sungguh, dia ingin m

