Diva tidak pernah mau Juna mengantarkannya ke sekolah. Walaupun dia menginap di apartemen pemuda itu, tak pernah mereka pergi ke sekolah bersama. Diva selalu minta diantarkan pulang ke rumahnya lebih dahulu, dari rumah dia akan ke sekolah diantarkan sopirnya, Pak Dudung yang sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun di keluarganya. Dua hari ini pun demikian, dia masih diantarkan Pak Dudung. Tak ingin lebih menarik perhatian, itulah alasannya. Sudah cukup mereka di setiap istirahat dan pulang bersama, pergi ke sekolah biarlah dia diantar Pak Dudung saja. Toh, nanti sama saja, dia akan tetap akan tiba di sekolah juga. Malah terkadang sudah lebih pagi dari Juna yang sering tiba bertepatan dengan bel sekolah berbunyi. Sudah sejak dari lobi, Diva sudah merasakan atmosfer yang berbeda dari para s

