Ryu menunggu. Satu hari terlewat, satu minggu pun sampai dilalui, hingga tak terasa satu bulan sudah dia menanti. Ryu tidak ada lelahnya menunggu bukti, dia begitu gigih menanti buah dari janji. Sesuatu yang dia tahu pasti tak akan terjadi. Karena ternyata, ke-absenan-nya Kenzo akhir-akhir ini diganti dengan kehadiran seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Daren, orang suruhan Kenzo. “Ryu,” Daren memanggil, Ryu enggan menoleh. Berdirinya Ryu di balkon kamar adalah pemandangan rutin bagi Daren selama satu bulan ini, sejak kedatangannya ke sana atas perintah Kenzo. “Minum s**u dulu!” Memerintah dengan lembut. Daren ditugaskan untuk mengawasi dan menjaga ibu hamil itu. Tapi Ryu selalu menolak cairan putih yang Daren berikan, s**u hamil sangat tidak bersahabat dengannya. “Ryu, mau samp

