Kini, sudah tiga bulan. Kenzo membuka lagi pesan itu. Dari: Ryu Aisy Makasih banyak, kamu gak harus ngelakuin ini lagi. Mungkin, Ryu memutuskan untuk berhenti berharap pada janji. Mungkin, Ryu juga memutuskan untuk berhenti kepada semua yang ada sangkut paut dengannya. Karena saat Kenzo mencoba menghubungi, nomor Ryu sudah tak aktif lagi. “Ken,” “Hm?” Ahra duduk di pangkuan Kenzo, “Aku jahat, ya?” “Penyihir yang jahat mah!” balasnya, menaruh ponselnya di sofa. Kemudian Kenzo menatap perut Ahra, usianya sudah menginjak sembilan bulan. Benar-benar tidak terasa. “Sayang, perut kamu makin besar aja.” “Udah bulan November, perkiraan lahir tanggal dua puluh satu atau dua puluh dua.” Kenzo mengangguk, “Aku gak sabar nunggu mereka.” Kenzo tidak bohong, dia sudah tak sabar ingin secepatny

