Mbak Tuti datang dengan membawa cemilan, potongan buah, dan segelas s**u coklat kesukaan Agam. “Ini mbak bawain cemilan.” Ucap mbak Tuti sambil menghidangkan nampan di atas meja yang sudah hampir penuh oleh barang-barang milik Agam yang akan digunakan untuk membuat filter air. Agam berharap tidak ada orang yang membuat benda seperti ini. Harapan Agam mereka masih kesulitan akan membuat apa. Tapi harapan itu tidak berlaku pada Kirana karena Agam yakin jika Kirana sudah pasti akan membuat sesuatu yang jauh dari dugaannya. “Siap makasih mbak,” jawab Agam saat tersadar dari lamunannya. “Kalau butuh yang lain panggil mbak aja ya, mbak ada di dapur mau masak makan malam.” Ucap mbak Tuti nampan yang ia bawa tadi kembali di bawa diapit oleh kedua tangannya. Agam mengangguk, “Iyah mbak.” Uca

