#beberapa bulan kemudian#
Yasmin duduk termenung dikamar nya dengan pipi yang sudah dibasahi oleh air mata gadis cantik itu.
Ia benar benar sedih sekarang.
Kenangan kenangan masa lalu kembali menghampiri nya dan membuat nya frustasi.
Yasmin lelah jika harus seperti ini.
'ah aku benar-benar benci masa period ku' umpat Yasmin dalam hati sembari menghapus kasar air mata di pipi nya.
Entah kenapa setiap bulan nya jika dalam masa-masa PMS nya hati Yasmin selalu kacau dan kenangan-kenangan masa lalu itu selalu mampir jelas di ingatan nya, sangat jelas sampai terasa baru terjadi kemarin saja.
Yasmin benar-benar sedih, sakit hati dan juga merindukan Rendi mantan kekasih nya yang sangat amat dicintai Yasmin dan belum tergantikan sampai saat ini.
'Mungkin tak akan pernah terganti selama nya' fikir Yasmin miris.
Perasaan nya selalu membuat gadis cantik itu bingung, terkadang dia sangat merindukan dan merasa mencintai Rendi mantan kekasih yang sudah merenggut mahkota nya tetapi terkadang hati nya berubah menjadi sangat merindukan Pandu dan merasa bahwa lelaki yang dicintai nya adalah Pandu.
Membuat nya sangat bingung.
Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi dan Yasmin masih saja berkutik dengan fikiran-fikiran sedih di masa lalu nya.
Mata nya benar-benar tidak bisa terpejam membuat Yasmin makin uring-uringan saja.
'Andai saja yang tergila-gila dan terus mengejar Yasmin adalah Rendi bukan Pandu, mungkin Yasmin akan dengan senang hati menyerahkan diri nya pada Rendi' Yasmin terkekeh pelan dengan pemikiran gila nya.
Sebegitu tergila-gila nya Yasmin dengan mantan kekasih yang sudah dengan tega membuangnya seperti sampah.
Yasmin hanya bisa merenungi hidup nya malam ini, beruntung nya Yasmin karena besok dia masuk shift malam dan tidak harus terburu-buru bekerja.
Karena tak kunjung bisa menutup mata nya Yasmin bergerak menuju ke dapur dan menyiap kan sarapan untuk Hagia nanti, ia berencana meminum obat tidur setelah menyiapkan sarapan untuk adik nya.
'kakak sudah menyiapkan sarapan untukmu, kakak ingin istirahat karena sedikit tidak enak badan tolong Gia jangan ganggu kakak dulu ya sebelum kakak bangun sendiri. Kalau siang nanti kakak belum bangun juga Gia ambil saja uang yang ada di atas kulkas untuk membeli makanan di depan ya, terimakasih sayang kakak menyayangimu' tulis Yasmin disebuah kertas yang dia tempelkan di pintu lemari pendingin mereka.
Hagia sudah terbiasa dengan sikap Yasmin yang terkadang meminta waktu istirahat sejenak dan tidak ingin di ganggu.
Yasmin segera meminum obat tidur nya dan berharap bisa segera tidur dengan tenang.
****
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 wib saat mata cantik dg bulu mata lentik itu terbuka.
Yasmin tertegun sejenak kemudian menatap sekeliling nya. Hari sudah mulai gelap dan seperti nya diluar akan hujan.
Yasmin segera beranjak dari tempat tidur nya masuk ke kamar mandi kemudian membasuh muka.
'Ah kenapa aku tiba2 menginginkan nya, PMS sialan' batin Yasmin kesal.
Semasa PMS selain hati nya yang tiba tiba akan mellow diri nya juga akan tiba tiba merasa birahi membuat Yasmin sering kali kewalahan dengan diri nya sendiri dan mungkin itu juga yang membuat nya selalu sulit menghindari Pandu.
Yasmin segera keluar dan mencari Hagia adik nya yang ternyata sedang duduk di teras rumah sambil membaca buku.
"Dek" panggil Yasmin lembut
"Kakak sdh enakan?" Tanya Hagia ketika melihat kakak nya
Yasmin tersenyum dan mengangguk
"Gia sudah makan?" Tanya Yasmin sambil duduk di kursi samping sang adik duduk.
"Sudah. Tadi Gia beli ayam bakar bude dan Gia juga sudah membelikan kakak ikan bakar" sahut Hagia semangat
Yasmin tersenyum melihat wajah ceria adik nya.
Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Yasmin melihat adiknya yang selalu tersenyum bahagia dan Yasmin amat sangat bersyukur sampai saat ini dia bisa menghidupi adik kecil nya itu.
"Kalau begitu kakak makan dulu ya, kakak lapar. Kamu jangan lama-lama duduk disini seperti nya sebentar lagi hujan"
"Siap bosque" kekeh Hagia
Yasmin beranjak masuk ke dalam rumah dan makan setelah itu lanjut membereskan rumah yang belum sempat ia lakukan.
Sepanjang membereskan rumah Yasmin benar-benar tidak bisa berkonsentrasi. Dia benar-benar menginginkan nya, benar-benar menginginkan sentuhan lelaki apalagi di masa period nya ini. Dia benar-benar merindukan Rendi berada di atas nya, menyentuhnya dan memuaskan nya.
Aahh Yasmin benar-benar benci dengan fikiran nya, kenapa dia bisa menjadi seperti wanita binal.
Tetapi tak bisa ia pungkiri lagi, dia benar-benar menginginkan sentuhan lelaki yang sayang nya tak bisa ia dapatkan lagi dari Pandu. Yah selama ini Yasmin hanya memanfaatkan Pandu untuk memuaskan hasrat nya pada Rendi sang mantan kekasih yang selama ini selalu berhasil Pandu lakukan, selain memanfaatkan uang nya tentu saja.
Yasmin tau itu jahat. Tetapi tak bisa Yasmin pungkiri jika dia membutuhkan nya.
Bukan kah mereka saling menguntungkan? Batin Yasmin.
'Ah sudahlah'
Yasmin melanjutkan pekerjaan nya dan setelah itu mandi diselingi memuaskan diri nya sendiri di kamar mandi.
Sungguh perbuatan yang sangat rendahan namun Yasmin sulit menahan nya.
***