KEHIDUPAN BARU

691 Kata
Yasmin sudah 3 kali memutari komplek perkampungan itu dengan motor butut nya, motor yang dibeli nya murah saat pindah kesini lumayan untuk kendaraan nya jika pergi bekerja dan lebih hemat di ongkos. Mata cantik nya terus saja mencari cari seseorang namun tak di temukan juga. Kemana gerangan kakek tua yang dilihat nya sedang duduk disalah satu ruko yang tutup dan sedang kepanasan tadi. Yasmin benar benar menyesal, harus nya tadi dia langsung berhenti saja dan memberikan uang pada kakek itu namun sayang nya dia melewati kakek itu untuk membelikan nya makan dan minum karena Yasmin lihat kakek itu benar benar kepayahan. Masih terbayang di benak Yasmin senyuman kakek itu yang meskipun sedang lelah dan kepanasan tetap tersenyum saat tak sengaja bertemu tatap dengan Yasmin yang sedang lewat. Yasmin benar-benar merasa buruk saat ini, bagaimana bisa dia selalu mengeluhkan hidup nya yang masih bisa dibilang berkecukupan meski harus banting tulang bekerja. Si kakek tua yang dilihat nya lebih payah dari Yasmin namun seperti nya bahagia saja menjalani hidup nya. Yasmin menghela nafas berat. Karena tak kunjung menemukan keberadaan si kakek setelah berkali kali memutari area kampung itu, akhirnya Yasmin memutar arah motor nya untuk kembali kerumah kontrakan yang di tempati Yasmin dan Hagia. Adiknya yang cantik itu pasti sudah kelaparan menunggu Yasmin yang tak kunjung pulang. **** Yasmin dan Hagia sekarang berpindah ke daerah kecamatan di suatu daerah Sumatera selatan. Daerah yang terbilang masih sepi penghuni dan masih asri. Gadis cantik itu juga bekerja di salah satu Rumah Sakit daerah yang belum terlalu ramai pasien namun cukup untuk nya bekerja. Yasmin juga berencana ingin membuka usaha sampingan karena jam kerja nya di Rumah sakit juga tidak sepadat saat dia harus kerja di rumah sakit swasta dulu. "Kakak lama sekaliii, Gia sudah sudah lapar" gerutu Hagia saat melihat kakak ny sudah masuk kerumah membawa bungkusan makanan "Maaf ya dek" jawab Yasmin sembari menaruh bungkus makanan yang dia beli "Kok makanan nya ada 3 kak?" "Tadi kakak berniat mau ngasih kakek yang kakak lihat sedang duduk di depan ruko kosong, kasihan kakek itu capek dan kepanasan kayak nya tapi pas kakak kembali lagi kakek nya sudah ga ada makanya kakak lama karena cari si kakek" Yasmin menjawab sembari mempersiapkan piring untuk mereka makan "Kasihan kakek itu ya kak" "Iya" Drrtt.... Drrtt... Drrtt... Hp Yasmin berbunyi dan tertera nama sahabat nya Nia disana "Halo" sapa Yasmin "Cantiikkkkk gimana kabar nya disanaaaa? Sehaattt??? Lancar??? Bahagiaaa??? Kangen tauuuuuu" Oceh Nia diseberang sana membuat Yasmin terkekeh "Baikk, lancar dan tenang. Kamu gimana kabar nya?" "Ahh aku seperti biasa selalu baik dan bahagia" kekeh Nia di seberang sana "Si Pandu nyariin kamu tu, aku di teror terus nanyain kamu dimana. Keadaan nya bener-bener berantakan. Sudah 2 minggu ga praktek di Poliklinik dan semua pasien di rawat inap dia alih rawat ke dokter lain. Bener-bener kacau dia ciinn" sambung Nia memberi informasi perihal Pandu yang terus mencari Yasmin, Nia sahabat Yasmin mengetahui perihal hubungan aneh diantara mereka meskipun itu salah namun Nia juga merasa seharus nya Pandu dan Yasmin lah yang hidup bersama, wanita itu adalah salah seorang saksi diantara kisah cinta mereka berdua sebelum datang nya Audy dan Rendi di kehidupan dua orang sejoli yang sebenarnya masih menyimpan rasa di hati masing masing. Yasmin hanya menghela nafas mendengar berita itu. "Lelaki itu benar benar pantang menyerah loh Yas, kalau memang dia benar-benar cinta sama kamu kenapa coba dulu menikahi si nenek lampir itu" gerutu Nia "Sudah jodoh nya" Yasmin membalas singkat "Ah benar juga, eh nanti kalau cuti aku akan main-main kesana. Tunggu aku yaaa" "Iyaa kami tunggu" Yasmin terkekeh geli "Sudah ya aku mau lanjut dulu nih, hari ini aku lembur shift sore" "Iya hati-hati ya kerja yang baik" "Siap bosque" Yasmin dan Nia pun mengakhiri panggilan mereka. Beruntung nya Yasmin punya sahabat seperti Nia yang mau membantu nya dalam keadaan apapun. Selama ini hanya Nia yang Yasmin percaya, sahabat terbaik nya sejak SD. "Kakak ayoo makan" ajak Hagia karena melihat kakak nya masih melamun setelah mengangkat telepon Yasmin menoleh menatap adik nya yang cantik dan kemudian bergegas untuk makan bersama. Besar harapan Yasmin untuk kehidupan baru mereka ini, semoga mereka berdua bisa hidup tenang dan damai. ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN