Pagi ini Pandu terbangun dengan hati yang benar-benar bahagia, di dekapan nya ada seorang gadis yang teramat sangat cantik.
Dengan mata nya yang masih terpejam dan posisi nya yang sedang memeluk Pandu erat membuat hati Pandu sangat berbunga-bunga.
Mata cantik dengan bulu mata lentik dan tebal itu belum juga kunjung membuka mata nya, sudah 30menit Pandu terbangun dari tidur nya namun enggan membuat pergerakan sama sekali karena takut wanita cantik itu terganggu tidur nya dan segera membuka mata. Dia sangat enggan untuk melepas momen seperti ini, momen yang sangat-sangat jarang sekali terjadi.
Ingin sekali rasanya Pandu menciumi bibir merah menggoda gadis itu namun dia takut gadisnya akan terbangun dan mengamuk kepada nya, senyum Pandu merekah memikirkan mood gadis kesayangan nya yang tidak bisa ditebak jika dihadapan Pandu.
Gadis ini akan sangat tenang dan manis jika berada dilingkungan kerja maupun di lingkungan lain nya namun akan jadi sangat beringas dan tidak bisa di tebak jika sudah di hadapan Pandu seolah-olah semua emosi yang dipendam dan ditahan nya saat berhadapan dengan orang-orang dia luapkan semua pada lelaki tampan ini.
Namun Pandu tidak pernah mempermasalahkan sikap Yasmin kepada nya, dia selalu menerima apapun yang dilakukan dan dikatakan Yasmin malah tak jarang selalu melontarkan kata-kata pedas dan menyakitkan padanya namun dia selalu diam dan menerima apapun perkataan yang keluar dari bibir gadis cantik itu.
Hal itu lah yang membuat Yasmin sulit lepas dari lelaki itu, dia selalu tau cara untuk menenangkan dan membantu nya. Apapun itu Pandu selalu siap sedia ada untuk Yasmin tanpa di minta sekalipun.
Sebenarnya Yasmin kerap sekali menyayangkan hubungan mereka dulu yang kandas, sebelum kedatangan Audy maupun Rendi di hidup mereka.
Ah seandainya saja namun nasi sudah menjadi bubur. Hidup Yasmin sudah hancur dan berantakan. Hidup mereka tak sama lagi seperti dulu dan tak ada guna nya untuk di sesali.
Perlahan-lahan mata Yasmin terbuka dan tatapan mata nya langsung bertemu dengan mata cokelat indah Pandu, mata yang selalu menjadi favorit Yasmin, mata yang membuat Yasmin jatuh cinta dikala itu.
Mata Yasmin mengerjap dan menyadari jika hari sudah siang.
"Jam berapa ini?" Tanya Yasmin dengan suara serak nya
"Jam 10 pagi" jawab Pandu santai masih menatap wajah Yasmin yang menurut nya makin cantik saat baru bangun tidur
Mata Yssmin langsung membulat sempurna
"Hagia belum sarapan"
Yasmin bergegas bangun dari pelukan Pandu membuat nya tak rela melepaskan gadis itu.
Saat Yasmin membuka pintu kamar dia melihat Hagia sudah duduk di depan televisi sedang menonton sambil memakan sesuatu dari mangkuk yang sedang di pegang nya.
"Gia sarapan apa?" Tanya Yasmin lembut sambil berjalan mendekati adik nya
"Gia masak mie goreng hehehe, maaf ya kak soalnya sudah lapar jadi masak duluan"
Yasmin tersenyum dan duduk di samping Hagia
"Kakak yang minta maaf karena bangun kesiangan dan Gia jadi harus memasak mie instan"
"Gapapa kakak pasti capek"
Yasmin memeluk Hagia dan mencium kepala adik nya dengan sayang.
Tak selang beberapa lama Pandu menyusul keluar dengan wajah yang masih basah sehabis mencuci muka, wajah nya terlihat segar sehabis bangun membuat Yasmin malu karena dia belum sempat mencuci muka nya langsung saja berlari mencari Hagia.
"Kakak sudah memesankan makanan untuk Gia" ujar Pandu santai
Hagia yang melihat ada Pandu yang tiba-tiba keluar dari kamar kakak nya agak terkejut
"Loh kakak kapan kemari?" Tanya nya bingung
"Semalam saat kamu sudah tidur sangat nyenyak"
Hagia hanya menyeringai mendengar jawaban Pandu, dia sudah terbiasa dengan Pandu yang menginap dirumah mereka dan tak mempermasalahkan nya karena pola fikir Hagia di usia nya yang sebentar lagi menginjak 19th masih seperti anak usia 12th, ntahlah mungkin karena pengaruh depresi yang di derita nya, Yasmin tak tahu pasti.
Yasmin segera beranjak meninggalkan Pandu dan Hagia yang masih asyik bercengkrama sembari menunggu makanan yang di pesan Pandu datang.
Dia segera masuk ke kamar mandi yang berada dikamar nya, langsung saja melepas seluruh baju nya dan berdiri di bawah shower untuk mandi.
Yasmin memejamkan mata nya sembari memikirkan kejadian semalam, dimana tanpa sadar dia menelpon Pandu dan dengan cepat nya pria itu sudah sampai di depan rumahnya.
Jika saja tidak mengingat jika Pandu sudah beristri mungkin Yasmin akan merasa benar-benar tersipu dengan kelakuan pria itu.
Tiba-tiba saja ada tangan yang memeluk nya dari belakang membuat Yasmin tersentak dan langsung menoleh ke belakang dan tatapan nya langsung bertemu dengan mata indah Pandu.
Dengan tubuh yang sudah tanpa benang sehelai pun Pandu berhadapan dengan tubuh Yasmin dengan kondisi yang sama dibawah shower.
Ah tidak betapa bodoh nya Yasmin karena sudah terbiasa tidak mengunci pintu kamar mandi nya.
Tatapan berkabut Pandu membuat jantung Yasmin berdegub kencang.
"Kenapa kau masuk kesini?" Tanya Yasmin ketus
"Aku juga mau ikut mandi" jawab Pandu santai
Membuat Yasmin mendecih
"Kau ini, bagaimana jika dilihat Hagia"
"Tenang sayang, aku sudah mengunci pintu kamar mu dan Hagia juga sedang sibuk dengan makanan yang aku pesan tadi" ujar Pandu sambil mengedipkan sebelah mata nya
Lalu tanpa aba-aba Pandu langsung mencium bibir merekah Yasmin, sangat dalam dan begitu bernafsu membuat Yasmin kewalahan menghadapi lelaki itu.
Tangan Pandu pun tak tinggal diam langsung meremas dua bukit kembar Yasmin dan memelintir p****g gadis itu membuat nya melenguh tertahan.
Pandu terus saja memperdalam ciuman nya membuat Yasmin kehabisan nafas, tangan nya dengan gemas berpindah meremas b****g sintal Yasmin.
"Aku sangat merindukan mu sayang" bisik Pandu terengah saat ciuman mereka terlepas
Tatapan dalam Pandu membuat Yasmin terhipnotis dan merangkulkan tangan nya ke leher lelaki tampan itu.
Yasmin berinisiatif mencium lelaki gagah dan tampan itu, Yasmin tau ini tidak akan berhenti sampai disini.
Namun Yasmin tidak bisa tinggal diam, dia juga menginginkan Pandu.
Menginginkan rasa nikmat Pandu.
Rasa nikmat yang membuat nya ketagihan.
Lelaki itu selalu tau cara untuk membuat nya puas, selalu memikirkan kepuasan Yasmin. Membuat Yasmin terbang di atas awan karena perlakuan lelaki itu padanya.
Pandu terus saja meremas2 b****g, p******a dan memelintir p****g Yasmin, serta tak lupa juga tangan nya turun ke lubang kenikmatan Yasmin membuat gadis itu tak tahan dan mengeluarkan desahan nya membuat Pandu makin bersemangat karena mendengar desahan seksi dari Yasmin.
Desahan Yasmin benar-benar seksi dan menggoda di telinga Pandu membuat nya enggan berhenti dan makin menjadi-jadi.
"Ayo kita pindah ke kamar sayang" bisik Pandu penuh gelora dan dengan semangat 45 segera mengangkat tubuh polos dan seksi Yasmin menuju ranjang di kamar.
Setelah menidurkan Yasmin dengan hati-hati ke atas ranjang, Pandu segera mengarahkan rudal nya kearah lubang kenikmatan Yasmin membuat Yasmin melenguh nikmat.
"Ahhhh Pandu teruskan... Aaahhhh..."
"Kau sangat nikmat sayang" geram Pandu dengan segera menggenjot tubuh Yasmin yang berada di bawah nya
****