HANYA MIMPI

704 Kata
Yasmin terbangun dan langsung terduduk di tengah gelap nya kamar, dia meraba pipinya yang sudah basah oleh air mata dan tubuh nya sudah dibanjiri keringat. Mimpi itu terasa nyata, terasa baru saja terjadi. Kejadian beberapa tahun silam yang selalu menghantui fikiran dan selalu masuk ke alam mimpi nya membuat Yasmin benar benar gelisah setiap hari dan setiap helaan nafas nya. Sudah bertahun-tahun terjadi namun rasa nya Yasmin belum bisa mengikhlaskan lelaki yang amat dicintai nya. Bodoh nya Yasmin. Dia benar benar wanita bodoh. Yasmin mencari-cari hp nya dan melihat jam yang tertera disana, jam 02.00 wib. Yasmin beranjak ke kamar mandi dan mengambil air wudhu. Sebaiknya dia sholat tahajud saja agar hati nya tenang. **** Sudah pukul 04.00 wib tapi mata Yasmin pun tak kunjung mengantuk kembali. Hati nya sudah tenang tetapi bayangan bayangan masa lalu masih terus saja menghampiri fikiran nya. Lelah rasa nya tapi Yasmin tidak bisa menghindari kenangan itu. Kenangan yang membuat nya hancur, membuat hati dan hidup nya kacau balau, membuat nya kehilangan kepercayaan pada semua orang, membuat nya takut untuk memulai suatu hubungan kembali. Yasmin benar-benar hancur dibuat nya. Yasmin yang merasa sangat bodoh. Yasmin duduk termenung di atas kasur nya, tangan nya tanpa sadar mengambil handphone nya dan mencari kontak Pandu lalu menekan tombol dial. Selalu saja begitu. Disaat hatinya kacau balau selalu tanpa sadar diri nya mencari Pandu sebagai tempat pelarian nya, dan lagi-lagi selalu saja Pandu ada untuk nya. "Halo" sapa Pandu dengan suara serak nya khas bangun tidur "Maaf mengganggumu yang sedang tidur" ujar Yasmin pelan "Tak masalah, apa aku harus kesana?" Tanya Pandu yang mengerti dan sudah terbiasa dengan Yasmin yang menelpon nya tiba tiba "Aku hanya ingin di temani bicara" Yasmin sadar jika yang di telpon nya adalah lelaki yang sudah beristri "Aku kesana sekarang" ucap Pandu tanpa ingin di bantah, lelaki itu langsung bangun dari kasur nya yang empuk yang kebetulan dia tidur di kamar tamu karena benar-benar malas menghadapi Audy yang selalu mengoceh tidak karuan "Tunggu sebentar ya" ujar Pandu lagi lalu mematikan sambungan telepon mereka. Dengan cepat Pandu ke kamar mandi untuk membasuh muka nya agar sadar penuh lalu mengambil jaket dan kunci mobil. Hanya beberapa menit saja Pandu sudah sampai di depan rumah Yasmin. Dia mengirimkan pesan ke Yasmin karena tidak mau terdengar oleh tetangga, tidak enak karena masih waktu istirahat. Yasmin segera membuka pintu rumah dan menghambur ke pelukan Pandu, lelaki itu mengerti apa yang sedang terjadi pada gadis cantik nya sekarang. Pandu hanya membalas pelukan Yasmin sembari mengusap-usap lembut kepala nya. Perlahan mengajak gadis itu untuk masuk ke dalam rumah. "Aku sudah disini" bisik nya pelan Yasmin hanya mengeratkan pelukan nya pada mantan kekasihnya itu. Lumayan lama mereka berpelukan seperti itu sampai akhirnya Yasmin berinisiatif melepaskan pelukan nya. "Terimakasih ya" ucap Yasmin pelan Pandu hanya tersenyum menanggapi ucapan gadis cantik itu. Yasmin mengajak Pandu untuk masuk ke kamar nya, lelaki itu hanya menuruti saja kehendak gadis yang sangat amat dicintai nya itu. Yasmin duduk di tepi ranjang sembari mengambil Handphone nya bermaksud mengabari bude Rina agar tidak usah datang kerumah besok pagi karena gawat jika bude Rina sampai melihat nya sedang bersama Pandu dan juga kebetulan besok Yasmin masuk shift malam jadi dia bisa menemani Aluna sampai malam. Setelah mengirimi bude Rina pesan tatapan Yasmin kembali lagi ke arah Pandu yang sudah melepaskan jaket nya dan sedang berdiri menatap gadis nya itu. "Kemarilah. Temani aku tidur" ucap Yasmin pelan. Pandu menurut dan naik ke atas kasur empuk gadis itu, merentangkan tangan nya untuk menyambut Yasmin ke pelukan nya. Posisi favorit Yasmin. Dia benar-benar suka tidur sembari dipeluk seperti ini dan lama kelamaan gadis itu akan berada dibawah ketiak Pandu saat tidur karena menurut nya posisi itu benar-benar nyaman membuat Pandu tersenyum memikirkan kebiasaan gadis itu. "Tidurlah" ujar Pandu sembari mengeratkan pelukan nya dan mengelus pelan rambut Yasmin "Terimakasih banyak" sekali lagi Yasmin berucap sembari memeluk erat perut Pandu dan itu terasa sangat nyaman membuat mata cantik nya perlahan berat karena mengantuk. Pandu mengecupi puncak kepala Yasmin, betapa rindu nya dia pada gadis nya yang cantik ini. Amat sangat rindu. Pandu mengelus-elus punggung gadis nya itu sampai lama kelamaan dia pun terbawa suasana dan tertidur dengan posisi memeluk erat Yasmin. Hatinya benar-benar bahagia bisa memeluk Yassmin lagi. ****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN