INAD 30

1108 Kata

"Di mana dia?" Val yang menyelesaikan pekerjaannya dengan terburu-buru menghela nafas lega saat Peter memberinya kode bahwa Qian tengah tertidur di sofa dengan nyaman karena terlalu lama menunggu Val tadi. Anak itu bahkan sempat menangis lagi dan merengek pada Peter, cukup membuatnya stres sebenarnya. "Kamu lelah?" Tubuh Peter mendadak kaku saat Val menyentuh dahinya dengan lembut. Kakaknya itu memang senang sekali memanjakannya, tidak peduli sekasar apa sikap Peter selama ini. Peter menggeleng pelan. Mendudukan pantatnya di sofa kosong dengan helaan nafas. "Dia manja dan senang merengek. Tapi aku masih bisa menanganinya. Oh ya, coba minta Zen untuk memeriksanya Kak. Dia memakan ramyun pedas tadi," lapor Peter lelah. Val mengangguk mengerti, mendudukan tubuhnya disebelah Peter lalu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN