INAD 29

1334 Kata

"QIAN!!!!" "ASTON!!!" Dua submissive itu berpelukan dengan erat saat keduanya dipertemukan. Brian yang ada di dekat mereka hanya bisa tersenyum was-was. Sementara Val berjalan mendekati lelaki itu untuk memberinya senyuman kecil. "Maaf merepotkanmu. Aku harus pergi, begitupun dengan Tritan. Peter sudah kuberitahu apa yang harus dia lakukan jika Qian mulai menangis lagi karena merindukan kami. Kalau begitu aku pergi dulu." Brian mengangguk pasrah. Matanya kini menatap Qian lagi yang asik berpegangan erat dengan salah satu murid manusianya, Aston dan mulai berbincang seru. "Hei, bukankah kamu sedang hamil? Kenapa kamu harus masuk sekolah lagi seperti ini?" bisik Aston perlahan. Takut jika orang biasa akan mendengar pembicaraan mereka. "Aku rindu padamu Aston.... Aku rindu sekolah.... A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN