Bertemu

1039 Kata
Agar otak nya tetap waras dan jiwa nya juga tentram hal pertama yang harus Sea hindari adalah Rain dan Anggika. Sea berharap dia tidak akan berurusan lagi dengan mereka semua cukup hari ini saja. Ngomong-ngomong soal Anggika, Sea juga merasa kalau gadis itu tidak menyukai dirinya apalagi saat dia bersama Rain tadi sepintas di otak Sea berpikir apakah dua insan itu memiliki hubungan? seperti dirinya dan juga Sky. Oh ya Sky... Sea baru ingat kalau dia harus mencari keberadaannya dengan kembali menyusuri koridor dan mata terus menelisik ke setiap sudut, begitu melewati salah satu ruangan Sea mendengar gelak tawa dari dalam sempat ragu tapi Sea tetap mencoba peruntungan berharap orang yang dia cari ada didalam. " oke kalian bisa cek lagi proposal untuk acara tahunan nanti sebelum kita kasih ke pembina " ucap seorang laki-laki yang duduk menghadap laptopnya " nanti gue revisi " sahut seorang gadis di sebelahnya Sea menatap lekat laki-laki yang masih sibuk dengan laptopnya tidak sendiri disana juga ada beberapa siswa yang lainnya, senyum di wajah gadis itu merekah begitu melihat orang yang sejak pagi dia cari ternyata ada di dalam ruangan OSIS. "SKY!!!!!!!!!! " pekik Sea dengan bahagia dan tanpa permisi dia langsung nyelonong masuk lalu memeluk Sky dengan erat " ya ampunnnn aku dari tadi keliling sekolah nyariin kamu dan ternyata kamu ada disini " ucap Sea dengan girang sedangkan Sky yang masih nampak syok hanya diam mematung " surprise!!!!!! aku sekolah disini " seru Sea dengan senyum yang semakin lebar " kamu pasti kaget kan? ya iyalah pastinya kamu kaget karena tiba-tiba aku ada Disni " lanjut gadis itu tidak perduli banyak nya pasang mata sedang melihat aneh kearah dirinya " ka-kamu kok? " Sky tergagap tidak bisa berkata-kata " kaget kan?? " tanya Sea lagi dan Sky hanya mengangguk " ya ampun seneng banget!!!!! " Sea kembali memeluk Sky dan laki-laki itu hanya diam pasrah " Sea.... " panggil gadis yang berdiri tak jauh dari Sky, wajahnya tidak kalah kaget begitu melihat Sea apa lagi masuk tanpa permisi dan langsung memeluk Sky Sea menatap gadis itu nyaris tak berkedip dengan mulut menganga " Loh.... Jean..... " tunjuk Sea sama kagetnya karena ternyata Jean juga sekolah disana Saat pertama bertemu dan main kerumahnya, Sea memang tidak sempat menanyakan dimana dia sekolah setelah itu juga Sea tidak pernah lagi datang kerumah Jean begitupun sebaliknya, meskipun berdekatan keluarga Sea justru terkesan tertutup berbeda dengan keluarga Jean yang meskipun orang baru tapi sudah dikenal sangat ramah, hanya sesekali saja mereka berpapasan dijalan dan bertegur sapa. Suatu keberuntungan bagi Sea karena ternyata dia juga bisa satu sekolah dengan Jean dan mereka akan semakin dekat atau bisa jadi sahabat. " kalian saling kenal? " tanya Sky yang sudah sedikit sadar dari rasa keterkejutannya " iya Jean kan tetanggaan sama aku " jawab Sea tapi laki-laki itu mengerenyit seperti memikirkan sesuatu " itu loh Jean dan keluarganya tinggal di depan rumah aku, yang rumahnya udah lama kosong itu loh " papar Sea dan dibenarkan oleh Sea. " hai semua " sapa Sea pada teman-teman Sky yang lainnya " nama gue Sea siswa baru di kelas XI IPA2 gue pacarnya Sky " Sea memperkenalkan dirinya pada mereka semua " ha? pacar? " tanya mereka serentak " iya " jawab Sea dengan senyum pongah nya, mereka saling lirik seperti ada sesuatu yang disembunyikan tanpa Sea sadari ada mata yang justru menatap sedih " gue Tirta " " gue Anis " " gue Bagas " " gue Nurul " " gue Raja " " gue Mila " " dan gue Bima " Teman-teman Sky satu persatu memperkenal diri mereka pada Sea dan di sambut baik oleh gadis itu. Tentang Sea siswa baru yang juga merupakan kekasih dari Sky begitu cepat tersebar luas di seluruh kelas seperti kilat nama Sea kini jadi tranding topik di sekolah dan itu juga sampai ke telinga Rain. Sky menarik tangan Sea lalu mengajaknya keluar karena dia perlu bicara dengan gadis ini. Duduk ditaman belakang Sky tidak perduli pada mereka yang mencuri pandang kearah dirinya dan juga Sea. " kamu harus jelasin sama aku " pinta Sky dengan wajah yang masih tidak percaya kalau Sea kini berada di sekolahnya. " jelasin apa? " tanya Sea yang tidak paham " kenapa kamu bisa masuk ke sekolah ini, sea " " kamu nggak suka ya? " ada raut kecewa di wajah Sea begitu mendengar ucapan Sky " nggak bukan gitu maksud aku.. aku cuma kaget aja " " aku juga sama kaget nya karena ternyata mama masukin aku kesekolah ini. ya awalnya aku memang nggak mau pindah sekolah tapi waktu mama bilang kalau aku akan masuk Pelita Bangsa aku langsung yes aja " ujar Sea menatap lekat wajah Sky " kenapa kamu nggak kasih tau aku? " " karena aku mau kasih kamu surprise!! " jawab Sea kembali ke stelan awal Sky tersenyum tangannya terangkat mengacak pelan rambut gadis imut di hadapannya ini. Apakah Sky senang? tentu saja dia senang, tapi ada sesuatu yang menggangu pikirannya. Sky sangat tau kalau Sea sangat cemburuan dan rasa kepemilikan nya sangat tinggi belum lagi wataknya yang keras itu akan menimbulkan masalah nantinya tapi meskipun begitu Sky juga tau kalau Sea sangat baik hati dia hanya berharap kalau gadis imut itu tidak akan mengulangi kesalahannya. ***** " gue nggak nyangka kalau cewek yang suka seruduk sana seruduk sini itu ternyata pacarnya Sky " Raya yang menikmati batagornya memulai gosip yang kini masih hangat " masa sih Sky suka sama dia " " kenapa nggak? dia cantik kok " sahut Deli tanpa sadar justru menyenggol macan betina yang sedang tertidur " bisa diem nggak Lo! " bentak Anggika " Don't worry....he won't take your position " ujar Mavin dengan santai karena tau kalau Anggika mulai merasa tidak aman " dia hanya anak baru yang lagi cari sensasi lagian belum tentu juga Sky beneran suka sama cewek kaya dia " Anggika tidak bisa menutupi rasa tidak sukanya pada Sea apa lagi setelah melihat cara Rain menatapnya tadi pagi. Anggika menoleh kearah Rain yang duduk bersama teman-temannya celotehan mereka terdengar keras di kantin, mereka semua selalu menjadi pusat perhatian para siswa. Dan sejak menginjakkan kakinya ke kantin nama Sea sedari terus disebut tidak sedikit mereka yang memuji kecantikannya dan itu berhasil membuat kuping Anggika terasa terbakar.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN