Sea si Cewek Tengil

1098 Kata
Waktu belajar mengajar di jam pertama sudah selesai bagitu bel istirahat berbunyi semua siswa berhamburan keluar dari kelas sejak hari itu Sea dan Jean semakin akrab tak jarang mereka duduk bersama di perpustakaan, taman atau pun kantin tak jarang juga terkadang Sky ikut bergabung bersama mereka. Seperti hari ini dua gadis cantik itu ikut mengantri di belakang siswa yang lainnya untuk membeli makanan ringan dan minuman. Di meja sudut kantin sudah ada Rain dan juga teman-temannya tak lupa juga Anggika and the gank. Sea yang mengedarkan pandang matanya tak sengaja bertatapan dengan Rain yang entah sejak kapan sudah memperhatikan dirinya. Sea langsung memalingkan wajahnya begitu tertangkap basah oleh Anggika yang menatapnya tajam. " Lo liatin anak baru itu? " tanya Anggika yang terlihat tidak suka dengan cara Rain menatap Sea sedangkan yang bersangkutan hanya diam acuh tak acuh " Sea...... " Begitu namannya dipanggil Sea langsung menoleh lagi-lagi tatapan nya bertemu dengan sosok Rain yang juga menatapnya tajam dengan senyum menyebalkan. " sini duduk bareng kita aja!!! disini masih ada bangku kosong kok " ujar laki-laki dengan rambut yang sedikit gondrong duduk di samping Rain " Makasih tapi kayak nya nggak deh " tolak Sea dan balas menatap tajam Rain " sini aja!! tenang kalo Lo takut kena kutu air nanti biar Deden pindah duduknya" ujar laki-laki itu lagi membuat Rain dan yang lainnya tertawa " eh busett!!! muka Lo tu kayak triplek lapuk " balas Deden sambil melempar tissu bekasnya kewajah temannya itu " udah sesama muka ubur-ubur kaya kalian berlima nggak usah saling hujat " sahut Sea membuat semua siswa di sana tertawa " nama cowok gondrong itu siapa sih? " tanya Sea pada Jean " namanya kodik " jawab Jean yang mulai ketar-ketir " ok! thanks ya Kodok atas tawaran nya " seru Sea pada laki-laki yang bernama Kodi itu " what??? weiii nama gue Kodik bukan kodok!!!! " Sahut Kodik yang tidak terima namanya di ganti dengan kodok " sama aja kok " " beda!!!!! " " cuma beda o sama i doang " eyel Sea Tawa para siswa makin meledak mendengar guyonan Sea yang tidak mau kalah dari Kodik. Anggika yang mendengar itu terbelalak kaget karena baru kali ini ada yang berani mengolok Rain dan teman-temannya, Sea tidak tau saja kalau Rain adalah salah satu siswa populer di sekolah " ehhh anak baru asbun banget ya Lo " seru Deli yang tidak terima " iya gue orangnya emang gitu banget " balas Sea dengan tersenyum " dihhh sok cantik banget sih Lo!! " Raya nyaris menggebrak meja begitu mendengar ucapan Sea yang " emang gue cantik, makasih atas pujiannya " jawab Sea dengan percaya diri " Sea... udah " tegur Jean karena takut akan terjadi keributan. " kenapa? gue ngomong apa adanya kok kalo gue emang cantik!! Sky nggak mungkin suka sama gue kalo gue nggak cantik terus kenapa mereka pada sewot " Sea tidak perduli dengan mereka yang menatapnya tidak suka. " eh Cimuttt berani banget ya Lo " ujar Rain dengan senyum sinisnya Sea celingak-celinguk lalu kembali menatap Rain yang masih duduk anteng di kursinya " Lo ngomong sama gue? " tanya Sea menuding wajahnya dengan telunjuknya sendiri " iya Lo!! emang ada lagi orang disini yang berani ngatain gue sama temen-temen gue muka ubur-ubur selain Lo " jawab Rain santai " cewek udik kaya Lo ini harus dikasih pelajaran supaya Lo tau lagi berhadapan sama siapa dan nggak asal mangap " ujar Anggika dengan jengkel " Lo ada masalah apa sih sama gue dari tadi ikut campur terus mereka yang bersangkutan aja nggak sampe nyolot kaya Lo pada deh " tunjuk Sea pada Anggika dan teman-temannya. " kenapa? Lo takut kalah saing sama gue? " Sea menelengkan kepalanya menatap Anggika remeh " gue? takut kalah saing sama Lo? dalam mimpi Lo " balas Anggika yang tidak terima atas kalimat yang keluar dari mulut Sea. " kalo Lo nggak takut, santai..... dan ngomong juga nggak usah pakek urat yang ada bukannya gue takut malahan gue males ngeladenin boneka ampang kaya kalian " sahut Sea sarkas tidak perduli dan tidak akan pernah perduli. Mereka yang ada di kantin melihat drama itu hanya senyum-senyum dan saling berbisik mereka tidak menyangka kalau siswa yang baru masuk ke sekolah mereka sudah berani beradu argument dengan para siswa populer di sekolah mereka. " SKY!!!!!!!!! " pekik Sea begitu melihat kedatangan laki-laki itu seperti lupa dengan drama nya tadi gadis itu menghampiri Sky diiringi oleh Jean di belakangnya. " nih aku udah beliin kamu minum " Sky langsung mengambil minuman yang sudah dibawa oleh Sea " makasih ya " Sky tersenyum manis menatap Sea " kita ke taman aja yuk disini auranya nggak bagus buat kita " ajak Sea " ha? maksudnya? " Sky yang tidak mengerti hanya bisa pasrah begitu tangannya langsung di tarik oleh Sea. Mereka pun berlalu pergi meninggalkan kantin. Rain yang melihat itu hanya mendengus tidak suka meneguk minumannya hingga gelas nya kosong. " eh Rain Lo tadi panggil Sea cimut apa tuh artinya? " tanya Deden sambil menyomot pisang goreng dari tangan Kodik " eh gentong itu pisang gue Lo embat juga!! " seru Kodik yang tidak terima lalu menarik kembali pisang itu yang sudah hampir masuk ke mulut Deden " ihhhh jorok!!! udah hampir masuk mulut gue Lo ambil lagi " Deden menoyor kepala Kodik yang sudah melahap pisangnya tanpa sisa " kan baru hampir belom masuk mulut Lo jadi aman!! " balas Kodik dengan mulut yang penuh oleh pisang Deden hanya menatapnya gedek lalu beralih menatap Rain yang tiba-tiba tersenyum " eh ketua ubur-ubur Lo belom jawab pertanyaan gue malah senyum nggak jelas gitu " " hahahahahahahah " mereka menertawakan Deden yang dilempar bekas botol oleh Rain " mangkanya tuh jonggor jangan asal bacot " ucap Rama yang beradu tos sama Benny. " tapi iya, apa tuh artinya? " Kodik juga penasaran " kecil imut " jawab Rain singkat " HA???????? " Kodik, Deden, Benny dan Rama tersentak " iye.. Sea kan badannya kecil tapi mukanya imut " melihat Rain yang tersenyum manis mereka berempat menatapnya ngeri " kenapa Lo ? " mata Lo rabun ya muka tengil kayak Sea Lo bilang imut " ujar Benny " yang ada bukannya cimut tapi cengil " lanjutnya " bener tuh " timpal Rama " tapi iya juga sih Sea emang imut, cantik pula apa lagi waktu dia senyum beehh manis pool gula aja kalah jauh sama tu cewek " balas Deden yang menyetujui ucapan Rain. Sea memang berperawakan kecil berkulit putih rambutnya yang panjang dan lebat membuat gadis itu terlihat anggun senyum manis di wajah nya juga tidak membuat orang-orang bosan memandangnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN