Semenjak Tante Rosa tinggal bersama Sea tidak ada lagi kebeningan di rumahnya rumah megah dengan dua lantai itu kini setiap harinya pasti ada saja kegaduhan entah itu dibuat oleh Sea ataupun Tante Rosa. Sea yang biasa petantang petenteng dirumah kini harus bisa beradaptasi dengan Tante Rosa yang selalu ontime dan memiliki jiwa kebersihan yang sangat tinggi.
Seperti hari ini disaat libur sekolah biasanya Sea akan menghabiskan waktunya berkurung dikamar menonton film Drakor kesukaannya hingga kadang mandi pun hanya sehari satu kali dan itu hanya di sore saja. Tapi tidak untuk sekarang jam enam pagi tadi Tante Rosa sudah membangunkannya caranya pun tak main-main, dengan membawa segayung air dan memakai toak.
" lain kali bangunin orang nggak usah pake siram sama teriak di toak Tante!! kuping aku sekarang rasanya masih kaya b***k " gerutu Sea
" kalau nggak kaya gitu kamu sekarang pasti malas-malasan dikamar " sahut Tante Rosa tidak perduli pada Sea yang mendelik kesal
" inikan hari minggu Tante dan emang waktu nya bermalas-malasan " seru Sea yang masih tidak terima tidurnya diusik
" lagian ngapain coba kita capek-capek ngurusin beginian kan sudah ada pak Ujang yang biasa beresin " lanjut Sea dengan tangan mengacak-acak pupuk untuk dipindahkan ke dalam pot bunga yang baru
" anak gadis kok pemalas nya kebangetan!! dari pada kamu nggak ada kerjaan ya mending bantu-bantu pak Ujang ngurusin taman itung-itung kamu juga belajar caranya bercocok tanam "
Pak Ujang yang mendengar perdebatan antara Tante Rosa dan Sea hanya mengulum senyum sebenarnya tadi dia juga kaget melihat Sea diseret seperti kambing dan nyonya baru mereka meminta dia untuk membiarkan Sea yang menyelesaikan pekerjaannya sedang dirinya disuruh mengerjakan yang lain. Sempat menolak tapi Tante Rosa memaksanya.
" aku bukannya pemalas Tante, cuma capek karena seharian disekolah harus belajar mumpung hari Minggu kan jadi aku bisa nge refresh otak supaya besok sudah mode on lagi " sangkal Sea yang membela dirinya
" sudah nggak usah banyak ngomel buruan selesaikan karena habis itu kamu juga harus bersihkan kolam renang " titah Tante Rosa semakin membuat Sea ngedumel dengan bahasa planetnya.
Saking kesalnya Sea mengisi pot itu dengan sembarang takaran padahal tadi sudah diajarkan melihat Sea yang bertindak sesukanya, diam-diam Tante Rosa tersenyum kecil. Dia memang sengaja melakukan itu pada Sea, agar gadis itu tidak merasa kesepian dan ada kegiatan dirumah bukan hanya mengurang diri dikamar. Tapi dia juga senang karena ternyata membujuk Sea tidak sesulit itu.
" Akkkkkhhhhhhh!!!!!! "Sea terpekik lalu menyingkir dengan muka jijik.
" kenapa sih Sea... kuping Tante sakit tau nggak dengar kamu teriak gitu " Tante Rosa sampai mengorek-ngorek telinganya sendiri
" itu juga yang aku rasain saat Tante dengan sengaja teriak di kuping aku!!! sedangkan aku yang nggak sengaja teriak aja Tante udah gelenjotan nggak terima!!! " dengus Sea dengan kesal
" tuh liat ada cacing!!!! " tunjuk Sea pada dua ekor cacing kecil yang menggeliat ditanah.
" ya ampun sama cacing aja kamu takut kayak liat hantu " Tante Rosa terkekeh melihat muka Sea yang meringis jijik
" iya Tante hantunya!!!! " sahut Sea asal karena ditertawakan oleh Tantenya " aku bukannya takut tapi jijik, Tante " ujar Sea lagi lalu kembali menyingkir begitu melihat Tante Rosa dengan santai mengambil cacing itu
" cacing imut gini " ucap Tante Rosa dengan mata berbinar seperti mendapat harta karun
" iihhh imut apaan meliuk-liuk kaya gitu yang ada jijik liat nya " seru Sea
" kamu liat sendiri sini cacingnya imut banget loh " dengan sengaja Tante Rosa mengulurkan cacing itu pada Sea.
Karena tidak siap Sea sampai terjengkang ketanah karena kaget, Sea mendelik kesal, pada hal Tante nya sudah tau dia jijik pada cacing tapi justru malah keranjingan mengerjai nya. Tante Rosa terbahak melihat wajah Sea yang pucat pasi.
" Tante Rosa!!!!!!! " pekik Sea tidak terima
Sea mencari akal agar bisa membalas kejahilan Tantenya, disaat Tante Rosa masih tertawa dengan menenteng cacing Sea mendapatkan sesuatu yang bisa dia gunakan untuk membalas nya. Tante Rosa gelagapan begitu Sea menyemprotkan selang air kearahnya.
" Sea!!!!!!!!!!!! "
" rasain emang enak " Sea dengan senangnya semakin menyemprotkan air itu ke arah Tante Rosa sampai bajunya basah semua
" Sea cukup!! Tante sudah mandi!! " seru Tante Rosa yang menghalangi wajahnya agar tidak semprot
" nggak apa-apa mandi dua kali, biar tambah bersih "
" Sea awas ya kamu!!! " tidak ingin tinggal diam dia berlari kearah Sea lalu membalas gadis nakal itu.
Selang itu sudah ditangan Tante Rosa dia pun membalas menyemprotkan air kearah Sea hingga gadis itu juga ikut basah kuyup.
" tuh biar Tante mandiin kamu sekalian, dasar anak nakal " seru Tante Rosa dengan tawa renyah nya.
Jadilah pagi itu mereka bermain air, Sea... entah kenapa pak Ujang yang melihat kejadian itu merasa terharu dia saja sampai lupa kapan terakhir melihat tawa lepas dari nona mudanya itu. Bukan hanya pak Ujang yang memperhatikan dua wanita yang berbeda generasi itu sedang bermain air tapi juga para pembantu yang lainpun ikut terharu.
Tante Rosa tertegun melihat tawa lepas Sea, baginya Sea anak yang baik dan penurut meskipun harus dipaksa dulu dengan cara yang nyeleneh dia berdoa agar tawa itu tidak hilang dari wajah cantiknya.
Setelah membersihkan kolam renang, Sea membersihkan dirinya lalu kembali ke kamarnya sedang Tante Rosa setelah membersihkan diri dia menyiapkan sarapan untuk Sea.
Sea menatap wajahnya di cermin dengan tersenyum teringat kejadian tadi, tapi senyum itu seketika hilang saat membayangkan jika yang tadi adalah dia dan juga mamanya. Mustahil!
Dia tidak ingin merusak mood nya dengan berharap kehadiran mamanya sebab itu tidak akan terjadi karena mamanya saat ini berada di Jerman.
" sarapan sudah siappp " seru Tante Rosa begitu melihat Sea yang berjalan menuruni tangga.
" wahhhhhhhhh " Sea berbinar senang melihat nasi goreng seafood kesukaan nya sudah ada di meja makan " siapa yang masak? " tanya Sea setelah duduk di kursinya lalu menyuapkan nasi ke mulutnya
" kenapa? nggak enak? "
" enak!!! banget malah " Sea tidak bohong nasi goreng itu memang sangat enak
" habis kan kalau enak " titah Tante Rosa
" pasti dong!!! " Sea benar-benar melahap habis nasi goreng itu hingga tak bersisa dia bahkan sampai menghabiskan dua piring nasi goreng
" laper Buu " sindir Tante Rosa yang mengunyah buah apel
" Tante nggak rasain aja bersihin kolam renang itu aku pake tenaga luar dalam dan sepenuh jiwa raga mangkanya aku kehilangan banyak kekuatan " sahut Sea, tante Rosa hanya tersenyum.