Ada Apa dengan Jean?

932 Kata
Sea sudah siap dengan outfit santai nya dia sudah janji akan pergi bersama Jean ke cafe yang baru buka di depan komplek perumahan mereka tidak hanya mereka berdua Sky juga akan datang menyusul kesana. Sea yakin cafe nya akan ramai apalagi ini dihari libur pasti akan banyak pengunjung yang datang. Begitu Sea keluar dari gerbang ternyata Jean juga baru keluar dari gerbang rumah nya, berhubung cafe tidak jauh jadi mereka berdua tidak perlu naik kendaraan untuk menuju kesana hanya waktu sepuluh menit dengan jalan kaki mereka juga sudah sampai. " apa gue bilang cafe nya pasti ramai " ujar Sea begitu mereka sampai di disana dan langsung duduk di kursi yang masih kosong, sudah banyak pengunjung yang datang. " tempat nya juga kan strategis, Sea. " balas Jean melihat sekelilingnya. Benar apa yang dikatakan oleh Jean tempatnya sangat strategis. Tepat dengan persimpangan jalan umum yang sering dipadati oleh pejalan kaki ataupun para pengendara apalagi tempatnya juga berseberangan dengan kawasan perumahan elit disana. Selagi menunggu kedatangan Sky, Sea dan Jean sudah memesan beberapa menu best seller disana. " Sky sudah dimana? " tanya Jean begitu melihat Sea memasukkan ponselnya kedalam saku " katanya sebentar lagi nyampe kok " jawab Sea lalu memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang. " Je " panggil Sea " ya " sahut Jean yang fokus dengan ponselnya " itu kaya Xabiru sama Hugo deh " bisik Sea melirik laki-laki tampan yang duduk bersama temannya itu. Jean mengikuti arah pandang Sea dan benar saja itu mereka berdua. Tapi tidak lama kemudian Sky pun datang menghampiri kedua gadis cantik itu. " hai sorry ya lama " Sky tersenyum menatap Sea dan Jean bergantian " kita juga baru kok.. ya paling sepuluh menit lah " ujar Sea dengan wajah sumringah begitu melihat pelayan mengantarkan pesanannya. Mata Sea berbinar melihat Beefsteak nya dan langsung melahap nya " hua Hua ha nas " Sea mengipasi mulutnya yang terasa terbakar, yang benar saja Beefsteak itu juga baru matang dan langsung di lahap. Melihat Sea seperti itu Jean hanya cekikikan. " pelan-pelan ini masih panas " Sky memberikan jus nya pada Sea yang masih gelenjotan karena lidah nya kepanasan. " aku nggak sabar kan kamu tau aku suka banget sama Beefsteak " sahut Sea yang masih berusaha mendinginkan lidahnya. " tapi nggak harus langsung masuk mulut juga, Sea " Jean masih cekikikan " diem Lo Maemunah " Sea menatap dengan Jean sengit. " eh bentar gue ke toilet dulu " Sea beranjak dari duduknya meninggalkan Sky dan Jean. Sky menatap punggung Sea yang berlalu pergi dan hilang dari balik tembok, menghela nafas lelah menatap Jean yang tiba-tiba bungkam, lama mereka saling diam menatap satu sama lain seakan mereka berbicara melalui mata. " sorry " akhirnya sekian detik diam Sky mengeluarkan suaranya " untuk? " Jean menatap lekat wajah sayu Sky " karena gue nggak pernah cerita soal Sea " jawab Sky merasa bersalah pada " nggak apa-apa kok itukan hak Lo " Jean yang hanya tersenyum kecil tapi entah kenapa itu justru terasa sakit setiap kali melihat perhatian kecil yang Sky berikan untuk Sea. " sorry lama!!! " Sea datang dengan tiba-tiba mengagetkan dua insan yang sibuk dengan pemikiran masing-masing " saking rame nya pengunjung, banyak juga orang yang pada kebelet dan ngantri di toilet, termasuk gue!! " ujar Sea terkekeh tanpa sadar sudah membuat suasana jadi terasa canggung. " kalian kenapa? " Sea melirik Jean dan Sky bergantian karena mereka seperti orang salah tingkah " nggak kok " jawab mereka berdua serentak " Je muka Lo kok pucet gitu " selidik Sea " Lo sakit? " Sea reflek meraba kening Jean " gue nggak apa-apa kok " Jean gelabakan begitu Sea menyentuh kulitnya " nggak apa-apa gimana, badan Lo panas Jeje!!! " seru Sea " seharusnya kalo Lo sakit ngomong jadi kita nggak perlu datang kesini hari ini bisa besok-besok aja... mana pula kita tadi jalan kaki " Sea merasa bersalah karena sudah memaksa Jean untuk ikut pergi bersamanya " cuma demam dikit kok, gue juga nggak merasa terpaksa lagian di rumah juga nggak ada orang dari pada gue sendirian mending gue ikut Lo " Jean berusaha meyakinkan Sea kalau dirinya memang benar tidak apa-apa " ya udah deh kita pulang aja gue nggak enak sama Lo " belum juga menghabiskan makanannya Sea sudah mengajak pulang karena merasa tidak enak hati melihat wajah Jean yang tiba-tiba pucat. " eh iya kita kan tadi jalan kaki, nanti tiba-tiba kalau Lo pingsan bisa berabe urusannya " ujar Sea yang nampak berpikir " Sky kamu bawa motor kan? " tanya Sea " iya " " kalau gitu kamu antar Jean aja dulu pulang kasian kalau anak orang harus jalan kaki lagi " ujar Sea yang tidak berpikir panjang " ha? " Sky terbelalak mendengar permintaan gadis itu " nggak usah ha he ho!!! kamu antar Jean pulang dulu terus kamu jemput aku lagi nanti " Sea masih menatap iba pada Jean " nggak usah Sea, aku bisa pulang sendiri kok " cegah Jean gelagapan " udah kamu diem aja!! Sky buruan antar Jean pulang " tegas Sea Sky bingung harus menuruti keinginan Sea atau justru sebaliknya, sedangkan Jean melengos begitu Sky mengedikkan dagunya untuk meminta bantuan agar memberi pengertian pada Sea. Tapi disisi lain Sky juga merasa kasihan pada Jean. " iihhh lama dehhhh cuma disuruh nganter doang " Sea mendengus kesal menatap Sky dan Jean bergantian. Sea tidak tau saja ini justru akan jadi awal keburukan untuk hubungan mereka dimasa depan. " ayo aku antar " mau tidak mau Sky pun beranjak dari duduknya lalu diiringi oleh Jean setelah pamit pada Sea, mereka berdua pun berlalu pergi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN