Begitu bel pulang sekolah berdering nyaring semua siswa berhamburan keluar dari kelas mereka tak terkecuali Sea, dengan semangat empat lima nya gadis itu bergegas keluar dari kelas dia sudah janjian sama Sky akan pulang bersama. Dia sempat berpapasan dengan Anggika and the gank di koridor tapi Sea bablas berjalan mendahului mereka begitu saja.
" sumpah kesel banget gue sama tuh anak baru, makin hari makin ngeselin aja liat nya " ujar Raya
" kalau kesel nggak usah di liatin lah, bila perlu tutup mata Lo " sahut Mavin santai, Raya mendelik kesal mendengar cuitan sahabatnya
" Anggika, Lo sama Rain gimana? " tanya Deli karena setelah kejadian di kantin beberapa hari lalu mereka berdua terlihat jaga jarak terlebih Rain yang begitu nampak menjauhi Anggika.
" dia masih marah sama gue " gumam Anggika dia juga sekarang jadi kesulitan untuk dekat dengan cowok itu lagi, Rain yang tau kalau dirinya menjadi akar keributan kemarin sengaja menjaga jarak dengannya.
" semua gara-gara si cengil itu kalau bukan karena dia Anggika sama Rain pasti nggak bakalan saling menjauh kayak gini " gerutu Raya
" nggak usah nyalahin orang karena pada dasarnya Anggika juga salah " lagi-lagi mulut tajam Mavin berkomentar sepertinya di antara mereka berempat hanya Mavin yang waras.
" maksud Lo apa ngomong kayak gitu? Lo bilang kalau gue salah " seru Anggika yang tidak terima
" coba Lo inget deh apa yang udah Lo lakuin kemarin ke Sea? " tanya Mavin balas menatap Anggika jengah " apa perlu gue jelasin letak salah Lo dimana? " lanjutnya kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga
" kenapa gue merasa kalau Mavin bela si cengil " ujar Raya yang sangat jelas tidak suka
" udah jangan memperkeruh keadaan " lerai Deli dia tidak ingin masalah kemarin akan berimbas pula pada persahabatan mereka. Karena Deli tau kalau Mavin bukan orang yang mudah di pengaruhi, sahabatnya itu selalu bersikap netral. Deli juga tidak bisa menutup mata kalau kejadian kemarin memang bermula dari Anggika yang cemburu pada Sea.
" tapi Del- "
" udah Ray..... jangan di perpanjang lagi Lo tau kan kalau Mavin bukan orang yang mudah asal mangap. Kalau dia udah bersuara itu tandanya karena emang kita yang salah " ucap Deli tanpa sadar semakin membuat keruh wajah Anggika
" sorry Anggika kalau gue juga membenarkan apa yang dibilang sama Mavin. Lo cemburu karena Sea dekat sama Rain padahal bahasa kasarnya mereka bukan dekat tapi karena emang udah kayak Tom and Jerry setiap kali mereka ketemu selalu aja ada keributan semua anak-anak di sekolah ini tau dan Lo juga tau itu " tutur Deli panjang lebar
" saran gue mendingan Lo minta maaf sama Sea " Anggika dan Raya melotot kaget mendengar saran dari Deli
" what???? gue minta maaf sama cengil?? " Anggika sampai menuding dirinya sendiri
" Deli Lo kalau kasih saran yang bener dong!!! " seru Raya
" karena menurut gue cuma itu satu-satunya cara supaya Rain bisa maafin Lo, dan gue yakin Mavin juga pasti setuju kok sama saran dari gue " jawab Deli menatap Anggika dan Raya
Anggika berpikir keras dia seperti mempertimbangkan saran dari Deli tadi untuk minta maaf pada Sea, demi mendapatkan maaf dari Rain sepertinya dia memang harus menurunkan ego nya yang setinggi langit itu. Melihat Anggika yang seperti sedang bimbang karena memikirkan sesuatu justru Raya yang dibuat berdecak kesal.
Sea yang melihat Sky sudah nangkring di motor besarnya semakin mempercepat jalannya dia bahkan sedikit berlari agar cepat bertemu Sky namun belum juga sampai parkiran Sea keserimpet kakinya sendiri lalu lututnya menghantam batu kasar di halaman
" awwwwww " pekik Sea yang tertahan karena kali ini bukan hanya lututnya yang sedikit terluka tapi pergelangan kakinya juga keseleo.
" haissh sial " sambil meringis Sea mencoba berdiri namun kakinya bukan saja perih tapi juga terasa ngilu
" Cimut.... Lo kenapa? "
DeG!!
Wait!!! suara itu?? Perlahan Sea menoleh benar saja ternyata itu Rain, Sea mendengus begitu si ubur-ubur mendekat dengan wajah khawatir nya.
" Lo kenapa? " tanya Rain
" nggak apa-apa " Sea masih ketus pada Rain
" nggak apa-apa gimana, lutut Lo luka gitu! muka Lo juga miring-miring gitu kayak nahan kentut "
" ubur-ubur k*****t!! " umpat Sea kesal sudah tau dia meringis kesakitan malah di ejek
" kalo Lo nggak mau nolongin mending Lo jauh-jauh deh!! sepet banget gue liat muka Lo itu " usir Sea
" emang Lo mau gue tolongin " Rain tersenyum geli melihat Sea yang semakin mendelik kesal
" dasar ubur-ubur nggak berprikemanusiaan!! gue sumpahin Lo ke tabrak ondel-ondel " teriak Sea dalam hati
" udah nggak usah puji gue dalam hati, gue orangnya emang sebaik itu kok " ujar Rain percaya diri
" diihhhh siapa juga yang puji-puji Lo ubur-ubur busuk!!!!!! " kesal Sea yang semakin menjadi, Rain hanya tertawa ringan.
Sea hampir saja berteriak karena tiba-tiba tubuhnya seperti melayang, tanpa berkata lagi Rain langsung membopong tubuh Sea lalu mendudukkan tubuh mungilnya di bangku taman. Dengan hati-hati Rain membuka sepatu gadis itu beserta kaos kakinya.
" ehh..... " Sea terperanjat begitu kaki telanjang nya di pegang oleh Rain lalu di letakkan di pahanya
" diem!! " ucap Rain tegas
" kaki Lo bengkak! kalo banyak gerak nanti malah semakin bengkak " lanjutnya
Dengan telaten Rain memijat pelan kaki Sea, entah kenapa dia melihat sisi lain dari diri Rain yang menyebalkan.
" makasih " ucap Sea tulus membuat Rain tersenyum karena baru kali ini di mendengar suara lembut gadis itu. Biasanya Sea selalu pakai otot kalau bicara padanya
Perlahan Sea menarik kakinya dari paha Rain, dia baru sadar kalau ini tidak benar. Sea takut kalau Anggika melihat perlakuan baik Rain padanya akan semakin membuat si boneka chucky salah paham. Mungkin ini kesempatan juga bagi Sea untuk bicara soal Anggika.
" ubur-ubur " panggilnya pelan
" hmmmm "
" Lo sama Anggika udah baikan? " Sea tau kalau Rain dan Anggika sedang jaga jarak
" nanti kalau udah sampai rumah jangan lupa kakinya di kompres " bukannya menjawab Rain justru mengalihkan pembicaraan
" Lo belom jawab pertanyaan gue " Sea mendelik tajam sedangkan yang bersangkutan hanya cengengesan
" gue nanya serius!!! " seru Sea kesal
" Lo kenapa tiba-tiba jadi bahas Anggika, apa dia ngomong sesuatu sama Lo? " tanya Rain penuh selidik
" gue merasa kayak nya dia suka sama Lo deh!!! " bibir Rain berkedut menahan tawa melihat wajah Sea yang berubah jadi sok serius
" soalnya waktu gue ribut sama dia di kantin, di bilang kalau dia nggak suka liat gue deket-deket sama Lo! itu artinya dia cemburu kan? " tanya Sea lagi tapi lagi-lagi Rain hanya cengengesan
" nggak usah ketawa!!! nggak ada yang lucu ubur-ubur!!!! " seru Sea dengan suara tinggi
" hmmmmmm balik ke setelan awal " gumam Rain menatap Sea hangat.
" SEA!! "