Cemburu?

1065 Kata
Pemandangan itu sungguh membuat Sky jengkel setengah mati bagaimana tidak tatapan Rain sangat berbeda caranya menenangkan emosi gadis imutnya pun sangat berbeda. Ini juga yang membuat Anggika semakin naik pitam karena perlakuan Rain pada Sea. Selama ini Anggika sudah melakukan segala macam cara agar Rain mau menoleh kearah dirinya, bahkan dia hampir saja berhasil tapi semua barubah setelah kehadiran Sea di sekolah mereka. Anggika sering memergoki Rain yang diam-diam selalu memperhatikan Sea dari jauh dan setiap kali dia bertanya laki-laki itu selalu mengelak. Semua mata kini tertuju pada Sea dan juga Rain, ini sungguh pemandangan yang langkah karena mereka semua tau kalau kedua insan itu seperti Tom and Jerry yang jika bertemu pasti ada saja yang mereka ributkan. Contohnya waktu di depan perpustakaan tadi. " Lo harus tenang... nggak semua masalah harus di selesaikan dengan emosi " bujuk Rain dengan suara pelan " tapi dia duluan yang pancing emosi gue padahal gue nggak pernah lakuin hal buruk sama dia " jawab Sea " gue tau dan untuk itu gue minta maaf " Rain menatap kedua manik indah itu tanpa berkedip. " gue minta maaf atas nama Anggika " Rain melirik Anggika sekilas lalu kembali menatap manik indah di hadapannya. Sky tidak bisa lagi menahan rasa tidak nyamannya dengan pemandangan itu, dia menghampiri Sea, gadis itu kaget karena Sky langsung menarik tangannya yang masih terasa dingin lalu membawanya pergi meninggalkan kantin. Rain terus memandangi Sea yang sudah dibawa pergi oleh Sky hingga mereka hilang dari balik pohon taman. Rain menghela nafas kasar melihat tajam orang-orang disekelilingnya dan sorot tajam nya kini menghujam kearah Anggika yang seketika gugup. " bubarr!!!!!!!! " bentak laki-laki itu Mereka semua yang ada dikantin langsung berlalu pergi menyisahkan Anggika dan teman-temannya saja, perlahan Rain mendekatinya. " Rain gue bisa jel- " baru juga mangap Anggika kembali terdiam begitu Rain memintanya diam " nggak perlu!! Lo nggak usah ikut campur urusan gue sama Sea!! " tegasnya, Rain pun beranjak pergi diiringi oleh kodik dan yang lainnya. Anggika mendengus kesal karena di perlakukan dingin oleh Rain Berbeda dengan posisi Sea saat ini, Sky mengobati luka gores di pipinya. Anggika berhasil melukai wajah Sea dengan kukunya yang panjang, gadis itu sedikit meringis begitu Sky mengusap lukanya dengan obat merah. Mau marah tapi Sky kasihan melihat gadis kesayangannya yang sudah awut-awutan apalagi wajah cantiknya yang terluka. Tapi jika dia tidak mengeluarkan unek-uneknya Sky malah makan hati apa lagi jika mengingat perlakuan lembut Rain tadi tepat di depan matanya. " awww " Sea meringis begitu Sky menutup luka diwajahnya dengan handsaplast " masih sakit? " tanya Sky dengan wajah datar " sedikit " Sea menghela nafas lelah " kenapa harus berantem sih " Sky menatap lekat wajah cantik Sea " bukan aku yang mulai, Sky!!! tu boneka chucky yang duluan cari gara-gara tanya aja sama Jeje kalau nggak percaya!! " seru Sea " tapi nggak harus sampe gulat juga, Sea.. kamu itu cewek!!! kamu nggak malu di lihatin sama anak-anak yang lain " " jadi menurut kamu aku harus diem aja kalau di jahatin sama orang? kalau ada yang dorong aku, aku harus diem? kalau ada yang tampar aku, aku harus diem? kalau ada yang siram aku pakai air comberan, aku juga harus diem? itu mau kamu???? " seru Sea dengan nada tinggi " kamu tau? saat aku datang kekantin beli jus dia sengaja nyenggol aku dan buat seragam aku jadi kotor gini!!!! " Sea menunjukkan seragamnya yang memang kotor karena ketumpahan jus " aku masih coba untuk diem dan nggak bales dia bahkan aku nyalahin diri aku sendiri karena jalan nggak lihat-lihat " Sea menatap Sky tajam, dia merasa kalau kekasihnya ini menyalahkan dirinya atas keributan di kantin tadi " setelah itu kamu tau apa yang dia lakuin ke aku? " Sea menjeda kalimatnya masih menatap tajam Sky yang terdiam " dia sengaja buat kaki aku keserimpet sampe aku jatuh kelantai, Sky!!!!! " nafas Sea sampai ngos-ngosan karena emosinya yang kembali meledak " dan apa aku juga harus diem aja? " lirih Sea dengan mata yang mulai berembun " Sea bukan itu maksud aku " Sky tertegun melihat cairan bening itu menetes. " Sea, aku minta maaf " Sky meraih tangan gadis kesayangannya yang mulai tremor, digenggam nya erat. " aku nggak pernah sekalipun cari masalah sama orang, Sky " Sea terguguh ingat saat mamanya marah karena dinilai selalu buat malu Sky merengkuh tubuh Sea kedalam pelukannya, gadis itu sampai nangis kejer karena di dalam otaknya berfikir bagaimana kalau masalah dikantin tadi sampai ke telinga guru dan berimbas orang tuanya di panggil lagi oleh pihak sekolah. Tidak!! Sea tidak mau itu sampai terjadi lagi dia tidak mau orang tua nya tau soal ini, yang akan mengakibatkan dirinya dikirim ke asrama apalagi ke panti asuhan. Kedua insan itu tidak sadar kalau ada dua pasang mata yang sedang melihat mereka dari kejauhan. " kok aku jadi cengeng gini sih " Sea langsung mengusap airmata " iya tuh sampe ingusnya keluar banyak ngotorin seragam aku " Sky terkekeh karena seragam nya basah karena airmata dan ingus Sea " Sorry!!!!!! " Sea hendak membersihkannya tapi kedua tangan Sea lebih dulu di genggam oleh Sky " Sky... " panggil Sea " hmmmm " " aku takut..." lirih Sea " aku takut mama tau, kalau aku berantem lagi " lanjutnya dengan wajah menunduk " mama pasti marah besar " membayangkannya saja Sea sudah takut setengah mati " kamu tenang aja ada aku kok, aku bisa jelasin sama tante Jannis kalau ini bukan sepenuhnya salah kamu " sahut Sky meskipun dia juga sedikit tidak yakin karena sedikit banyak dia paham watak mama Sea. " tapi sih Anggika lucu deh " ujar Sea yang tiba-tiba jadi ingat sesuatu, Sky menyipitkan matanya karena tidak paham " dia marah sama aku karena katanya aku deket-deket sama Rain " Sea terkekeh mana ada dia dekat-dekat sama si pentolan ubur-ubur, yang ada dia selalu bertanduk setiap kali dekat cowok itu Sky mendengus pelan padahal dia sudah berusaha untuk tidak mengingat lagi tatapan Rain pada Sea tapi malah justru kekasihnya sendiri yang membahasnya, apa Sea tidak sadar hal itu justru membuat Sky cemburu. " emang mereka pacaran ya? " tanya Sea penasaran " nggak " jawab Sky singkat " diihhh tapi si boneka chucky malah udah sok posesif seperti orang pacaran aja " sahut Sea santai " nggak tau maksudnya " sambung Sky melirik Sea sekilas menahan jengkel " oohhhhhhhhh " Sea hanya manggut dan ber oohh riang gembira.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN