Sea Vs Anggika

1259 Kata
Seiring berjalannya waktu Sea sudah bisa beradaptasi dengan sekolah barunya apalagi menghadapi gerombolan Rain yang tengil dan menyebalkan itu. kalimat ubur-ubur sudah melekat di bibir Sea jika bertemu dengan mereka gadis itu pasti langsung naik darah dan bertanduk karena ada saja tingkah mereka yang saling mengejek ataupun saling menjahili satu sama lain. Sky hanya bisa tersenyum dan geleng kepala melihat tingkah Sea yang bar-bar pada Rain dan juga teman-temannya, belum lagi dengan Anggika the gank setiap berpapasan pasti tatapan sinis yang dilemparkan oleh mereka pada Sea. Entah karena Sea yang kini menjadi idola baru atau karena Rain yang selalu terlihat ingin mendekati Sea. " dasar cengil carmuk " gumam Anggika Baru saja. mendudukkan bokongnya di kantin Anggika sudah ngedumel Karena baru saja melihat Rain dan juga Sea berdua argumen di depan perpustakaan entah apa yang diributkan oleh kedua insan itu. " Lo ngatain siapa? " Deli melempar pandangannya ke setiap sudut kantin " Sea lah emang siapa lagi? kan sekarang cuma dia yang bisa buat Anggika berubah jadi sumala " Raya cengengesan begitu Anggika mendelik kesal " kesel kenapa lagi sih " tanya Mavin yang baru saja datang langsung di suguhi wajah kecut Anggika " tuh si anak baru dia selalu aja cari gara-gara sama Rain, caper banget " dengus Anggika " Rain yang ribut sama Sea kenapa jadi Lo yang kepanasan " Mavin tersenyum kecil sambil menyedot jus alpukatnya " lagian itu juga masih batas wajar karena Rain orang nya juga nyebelin kan, banget malah " lanjutnya Baru saja mingkem orang yang sedang mereka bahas justru dengan santainya nongol dikantin tanpa memperdulikan tatapan sinis Anggika, Sea terus berlalu bablas kekedai untuk memesan makanan. Ribut dengan Rain tadi sungguh menguras tenaganya dan sekarang dia butuh asupan gizi. " Buk.... jus buah naga nya satu ya " pinta Sea pada ibu kantin " sebentar ya neng " sahutnya dan Sea mengangguk sambil tersenyum Melihat itu terpintas ide jahil di pikiran Anggika, dia tersenyum licik menatap Sea yang masih berdiri didepan kedai menunggu pesanannya Mavin yang melihat raut wajah Anggika berubah hanya bisa tersenyum kecil dia tentu sudah hafal dengan watak sahabatnya itu. Begitu melihat Sea mendapatkan apa yang dia pesan Anggika langsung beranjak dari duduknya lalu dengan sengaja menyenggol Sea hingga jus yang gadis itu pegang tumpah membasahi seragamnya. " oh my God " Raya dan Deli melotot kaget, tapi tidak dengan Mavin yang hanya tersenyum kecil " jus gue!!!!!!!! " pekik Sea " ups sorry gue nggak sengaja " ujar Anggika yang tersenyum Sea mendelik menatap Anggika yang tersenyum mengejek dirinya, dia tau ini bukan tidak sengaja tapi di sengaja. Sea masih mencoba untuk tidak terpancing menghela nafas berat gadis itu mencoba untuk tersenyum meskipun itu hanya terpaksa " it's ok " balas Sea jengah " Sea..... seragam Lo kenapa? " Jean yang baru datang langsung menghampiri Sea " nggak apa-apa kok, mungkin tadi gue yang jalan nya nggak pakek mata mangkanya gue nabrak Anggika jadi gini deh " jawab Sea menatap lekat Anggika " ya udah Lo ganti seragam aja dulu, kebetulan gue bawa cadangan Lo bisa pakek punya gue, kan nggak mungkin Lo masuk kelas dengan seragam kotor gini " ajak Jean, Anggika yang mendengar itu mendengus kesal Tidak habis akal begitu Sea melangkah dengan sengaja pula Anggika menyandung kan kakinya pada kaki Sea hingga gadis itu jatuh menghantam lantai. " Sea!!! " pekik Jean panik buru-buru dia membantu Sea berdiri Habis sudah kesabaran Sea, dia menatap Anggika nyalang dan tanpa ba-bi-bu lagi gadis itu langsung mendorong Anggika hingga bablas menghantam tembok, Anggika meringis memegangi bahunya yang terasa nyeri " Anggika!!!! eh Lo apa-apaan sih " seru Raya menuding Sea " kasar banget sih Lo jadi cewek " sambung Deli " apa kalian nggak liat kalo dia duluan yang ganggu gue!!!! " sahut Sea tidak ingin kalah Semua siswa yang ada di kantin saling berbisik melihat drama yang ada di depan mereka " Sea... udah " bujuk Jean " Lo liat sendiri kan Je!! dia sengaja buat kesandung " Sea tidak ingin kalah karena dia merasa tidak salah " Lo sendiri yang jalan nggak pakek mata malah nyalahin gue " Anggika balas mendorong Sea " Lo pikir gue b**o!!! dari tadi Lo sengaja jahilin gue!! sebenernya Lo ada masalah apasih sama gue?? " bentak Sea keras " gue nggak suka Lo dekat-dekat sama Rain " jawab Anggika dengan lantang " oh wawwwww sebegitu buncin nya Lo sama tuh ubur-ubur " ejek Sea " apa Lo bilang? Lo tu yang ubur-ubur " Anggika yang tidak terima kalau Sea menyebut Rain ubur-ubur kembali mendorong Sea. Tidak ingin kalah Sea pun membalas mendorong Anggika keributan di kantin pun akhirnya tidak bisa di elakkan lagi, kedua gadis itu saling adu suara, saling dorong bahkan saling Jambak satu sama lain sedangkan siswa yang lain sibuk bersorak bahkan ada yang sengaja merekam kejadian itu. " dasar cewek tengil sok cantik!!! " pekik Anggika, jujur dia merasa kulit kepalanya panas karena rambut nya yang ditarik oleh Sea " emang gue cantik!!!! akuin aja kalo gue emang lebih cantik dari pada Lo!!! " sahut Sea percaya diri " Anggika... udah!!! " pekik Raya " nggak ni cewek tengil harus gue kasih pelajaran!! " sahut Anggika " aduh Sea udah!!!! " Jean berusaha melepaskan tangan Sea yang berhasil menjambak rambut Anggika berulangkali " nggak Je!! ni boneka chucky harus gue kasih pelajaran supaya nggak seenaknya sama orang!! " sahut Sea yang semakin keras menarik rambut Anggika " Mavin!!! Lo jangan diem aja bantuin Anggika dong!!!! " teriak Deli yang melihat gadis itu justru duduk manis menikmati jusnya " biarin aja!! itu kan ulah Anggika sendiri jadi ya tanggung sendiri " sahut Mavin santai karena dia tau dalam hal ini memang Anggika yang lebih dulu memulai. " Raya!!!!! Deli!!!!! bantuin gue jangan diem aja!!!!! rambut gue bisa rontok " pekik Anggika yang mulai kewalahan melawan Sea. " ngapain Lo minta bantuan dua temen curut Lo itu Haaaa!!!!! mangkanya jadi cewek nggak usah sok jago!!!! jangankan rambut Lo, gigi Lo aja bisa gue buat rontok!! " ejek Sea menatap remeh Anggika yang masih terus berusaha melawan Sea " Weiiiii ada apaan nihhh " Akhirnya yang jadi akar masalah muncul juga, Rain dan teman-temannya datang setelah mendengar ada keributan di kantin begitupun juga dengan Sky. " Rain!!!!! " panggil Anggika meminta bantuan si cowok ubur-ubur " astaga Sea!!!!!! " bentak Sky tapi karena sudah tersulut emosi gadis itu tidak menghiraukan bentakkan siapapun termasuk Sky " Sky buruan bantuan gue lepasin tangan Sea dari rambutnya Anggika " seru Jean " Sea lepas!!!!! " ujar Sky " dia duluan yang jahat, sama aku Sky " Sea semakin menarik rambut Anggika " Rain bantuin gue, nih cewek tengil bar-bar banget!!! " adu Anggika yang sudah hampir menangis " bukannya tadi Lo sok-sokan mau belain si cowok hujan ini kenapa sekarang jadi Lo yang minta bantuan si pentolan ubur-ubur " seru Sea. Deden, Rama, Kodik, dan Benny cekikikan karena ternyata Rain lah yang menjadi akar masalahnya " udah!!!! udah!!! udah!!! " Dengan sekuat tenaga akhirnya Rain berhasil melepaskan tangan Sea dari rambut Anggika, Raya dan Deli langsung menarik tubuh Anggika karena Sea masih terus berontak mencoba menggapainya. Sedangkan Jean yang masih mencoba menghalangi Sea hilang keseimbangan hingga tubuhnya oleng tapi bersyukur karena dengan cepat Sky langsung merengkuh tubuh gadis itu agar tidak jatuh. " Sea, udah!!!! gue bilang udah!!! " bentak Rain keras hingga suaranya bergema di kantin, tidak ada yang berani bersuara Kedua tangan Rain merengkuh lembut wajah Sea yang memerah karena emosinya masih di puncak " cukup!! gue bilang udah " lirih Rain menatap lekat wajah Sea yang nyaris tidak berkedip.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN