Bibir Donzello masih menyentuh bibir Zelaza. Itu bukan ciuman yang penuh gairah, juga bukan yang dipaksakan dengan kasar. Itu adalah ciuman yang perlahan dan sangat lembut. Sebuah sentuhan yang tidak menuntut. Saat bibir Donzello yang hangat dan lembut itu menyentuh bibir Zelaza, sebuah sensasi aneh menyebar seperti aliran listrik rendah dari titik pertemuan itu. Zelaza merasakan desiran di sekujur tubuhnya. Desiran itu bukanlah rasa jijik atau ketakutan yang selama ini dia antisipasi. Itu adalah getaran hangat yang mencairkan beku yang membelenggu sendi-sendinya selama bertahun-tahun. Sebuah kerinduan yang membuatnya lunglai. Pikiran-pikirannya yang berisik, rencananya untuk tetap dingin dan menjauh, semuanya tiba-tiba membeku. Dia tak menolak ciuman itu karena Donzello adalah s

