Mobil mewah milik Donzello meluncur mulus di jalanan yang tak terlalu ramai, meninggalkan kantor balai kota. Zelaza menatap keluar jendela, matanya mengikuti pemandangan yang mereka lintasi sepanjang perjalanan. Dia sudah merindukan kenyamanan rumah. Di sampingnya, Zorion, tampak begitu dekat dengan Donzello. Kepalanya bersandar pada bahu lebar sang ayah, bibirnya selalu menyunggingkan senyum. Zelaza merapikan sehelai rambut Zorion yang jatuh di keningnya. Sentuhan itu lembut, penuh kasih. Donzello menoleh ke arah Zelaza lalu tersenyum, sedangkan Zelaza tampak datar saja. Pria matang itu sesekali mengetuk jari di pangkuannya mengikuti irama musik klasik yang mengalun pelan dari speaker mobil, dan Zelaza bisa melihat senyum kecilnya. "Kau terlihat sangat antusias," ucap Zelaza akhir

