Fajar datang, dan bersamaan dengan ketika Donzello sepenuhnya terjaga. Rasa sakit dari cedera di tubuhnya masih ada, denyut dalam di tulang rusuk, kaki, dan bahunya, Tapi semuanya seakan tenggelam oleh gelombang adrenalin dan kebahagiaan yang begitu kuat. Matanya, yang kemarin masih dipenuhi bayangan kelelahan, kini nampak sedikit bersinar. Zelaza telah berkata ya. Dan Donzello tidak akan memberikan waktu sedetik pun pada alam semesta untuk mengambil kembali keputusan itu. "Kita akan menikah hari ini," ujarnya pagi itu, tangan yang terluka menggenggam erat jemari Zelaza. "Sekarang." Zelaza terkejut, matanya membesar. "Kau serius dengan ini? Kau gila? Kita masih punya banyak waktu.” "Tidak, aku tak mau menundanya. Aku sudah bilang kemarin, dan tak perlu persiapan mewah," potongnya le

