Ivy sudah siap dengan tampilannya. Mengenakan dress bunga-bunga berwarna krem dengan bagian rok melebar, dan atasan yang dilapisi cardigan mungil berwarna putih bersih. Rambut sebahunya diikat dua. Gadis kecil itu tidak hentinya melirik ke arah kursi penonton yang mulai penuh. Dihadiri oleh para orang tua siswa. Sepasang matanya menelisik lebih jauh. Mencari-cari keberadaan Yena dan Vigo yang belum nampak. Dua kursi yang disiapkan di barisan terdepan belum juga terisi. “Ivy udah siap? Setengah jam lagi giliran Ivy,” ucap seorang guru muda. Memberi usapan lembut di kepala si putri kecil. Ivy menggembungkan kedua pipinya. “Bu guru, Mama dan Papa belum datang,” ucapnya seraya melirik dua kursi yang masih kosong. Padahal acara sudah dimulai sejak empat puluh lima menit yang lalu. “Sebent

