45 ; Pilihan Akhir

1381 Kata

Arjun bodoh. Sangat bodoh. Baru kali ini Arjun mengumpati dirinya sendiri. Menyesal dengan semua yang sudah dilakukannya. Yang lagi-lagi memilih jalan yang salah. Hari itu, saat pertemuannya dengan Vigo dan penjelasan panjang lebar itu. Arjun sempat memikirkan langkah yang diambilnya. Menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk menentukan pilihannya, apakah harus tetap bersama Ayyara atau justru memutar balik arah. Kembali menjadikan Yena sebagai satu-satunya. Banyak yang bilang jika dicintai jauh lebih baik daripada mencintai. Karena keberuntungan yang sebenarnya adalah merasakan cinta dari orang lain. Bukan menjadi orang yang mencintai tanpa balasan. Dengan dicintai keberadaannya akan terasa lebih nyata, lebih berguna. Sedangkan mencintai adalah sebuah pengorbanan besar. Penyaluran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN