Bumi masih berotasi pada porosnya. Membuat pergantian siang dan malam masih sama, dengan porsi yang pas. Kala malam menjadi tempat istirahat, siang akan kembali datang untuk membangunkan manusia. Kembali, mengisi kekosongan dengan kegiatan yang lebih bermakna. Kala harapan di hari lalu meredup, mengikuti gelapnya malam. Mentari akan kembali bersinar di siang harinya. Mengembalikan gairah hidup, yang semestinya ditangkap sebagai hal baik dalam setiap diri. Senyuman itu terbit, sama indahnya seperti pancaran mentari di pagi hari. Menyambut pagi yang lain dengan kilasan di hari kemarin. Menganggapnya sebagai bagian dari fase normal yang harus dilalui. Menjadi pelajaran berharga, untuk hidup lebih baik di masa depan. Yena merasa hidupnya lebih indah pagi ini. Begitu membuka mata, beban berat

