Ayeesha bisa melihat hal berbeda pagi ini. Begitu Yena memasuki butik disusul Vigo, tanpa Ivy. Karena mungkin gadis kecil itu sudah diantar ke sekolah. Ayeesha memang sering kali melihat keduanya berangkat bersama, tapi pagi ini terlihat ada aura lain yang nampak dari keduanya. Membuat Ayeesha dibuat kebingungan. “Tumben Mbak baru nyampe?” tanyanya. Yena memang teledor tapi tidak sekalipun perempuan itu terlambat sampai di butik. Kalau harus terlambat pun, Yena pasti mengabari Ayeesha. Yena mengangguk seraya tersenyum manis. Tidak memberi jawaban apapun. Tentu saja Ayeesha semakin tidak mengerti. “Aku langsung ke kantor, ada meeting sama bagian finance.” Yena membulatkan sepasang matanya, “Kok nggak bilang? Kalau tahu kamu ada meeting ‘kan aku bisa cepet-cepet tadi.” Vigo tersenyu

