"Permisi, Bu. Ada yang mencari Ibu." Yena mengerutkan keningnya begitu suara resepsionis menyapa dari balik telepon. Yena masih ada di kantor. Setelah diskusi dengan tim desain, perempuan itu tidak langsung pulang. Karena saat ini Ivy sudah tertidur pulas di sofa panjang yang terletak di ruangannya. Vigo masih ada pekerjaan. Sehingga Yena tidak mungkin mengganggu lelaki itu. Dan duduk diam di dalam ruangannya, sekaligus mencari-cari ide untuk desain selanjutnya adalah hal terbaik yang terpikir di otaknya. "Atas nama siapa?" tanya Yena. Hanya sekadar mematikan. Karena seingatnya, ia tidak memiliki janji dengan siapa pun hari ini. Suara di seberang sana menjauh. Mungkin sedang menanyakan pada seseorang yang datang dan mencarinya. "Ayyara Yuan, Bu," sambung si resepsionis. Yena bingung.

