41 ; Dalam Diam

1250 Kata

“Nggak bisa siang ini, Yara. Aku ada urusan yang nggak bisa ditunda.” Lagi. Penolakan yang sama. Seperti kemarin, kemarinnya lagi, dan hari-hari kemarin. Ayyara bahkan sudah sangat bosan mendengarkan kalimat penolakan yang sama. Ayyara menghela napas. Menahan perasaan tidak menyenangkan yang sudah memenuhi hatinya. “Besok bisa?” “Ya. Aku usahakan.” “Oke.” “Aku tutup.” Ayyara hanya mengangguk gamang. Ponselnya masih setia menempel di telinga kiri. Bahkan sampai bunyi berakhirnya sambungan itu terdengar. Ingin protes. Kalau bisa meneriaki Arjun dengan sumpah serapahnya. Namun, entah bagaimana, ketika berhadapan dengan sosok tinggi, berwajah tegas itu, Ayyara akan kehilangan keberanian. Hanya mampu mengangguk. Menyetujui apa yang Arjun katakan. Tidak peduli jika hatinya terus beront

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN