Pipi Yena memanas, menatap kamar hotel luas yang akan ia huni malam ini. Bersama Vigo tentunya. Keduanya masih di Ayyara Hotel. Karena memang menginap di kamar kelas teratas tepat pada malam pengantin adalah salah satu keuntungan dari pengambilan paket pernikahan nomor satu. Bulu-bulu halus di sekitar lehernya meremang. Merasakan lengan Vigo yang merambat, memeluk pinggangnya erat. Sebelah bahunya terasa berat begitu Vigo menumpukan wajahnya di sana. Ada hal menggelitik yang membuat rasa panas itu menjalar. Menimbulkan debaran jantung yang kian menjadi. Jadi seperti ini yang Sabiya rasakan saat itu. Perasaan aneh yang begitu menyenangkan namun juga membuatnya gugup. Yena memang lebih dewasa. Namun usia 25 tahun bukanlah alasan untuk kehilangan rasa gugup di malam pengantin. Bagaimanap

