POV Ranisa Selepas pemukulan itu dalam waktu singkat Teguh berlalu, sesaat kami memang sibuk pada Naya yang kini terkapar di lantai sehingga tidak sadar pada pergerakan pria gila itu. Aku beranjak ketika ia mulai menaiki mobil dan mencoba untuk menahan tapi ia berlalu dan hampir menabrakku. Ku lihat anak-anak sudah menangis melihat ibunya terkapar, aku kembali mendekati mereka. "Rahma! Antar Naya ke rumah sakit. Mas Arya di rumah saja, karena kondisi belum memungkinkan." Aku beberapa kali mengatur napas, kejadian ini membuat jantungku berpacu lebih cepat. Beruntung supir rumah kami baru saja datang, ia segera ku suruh untuk membawa Naya dengan ditemani Rahma. "Sementara aku akan ke kantor polisi untuk membuat laporan!" ucapku lagi ketika Naya dibopong menuju mobil. "Almira sama Devan

