Sejenak aku terpikir, siapa orang iseng yang sudah membidik diriku secara diam-diam. Aku memang tidak memiliki teman laki-laki selama enam tahun ini, aku pun tidak pernah sengaja duduk sendirian di tempat makan seperti ini, biasanya aku akan menunggu Mas Arya makan siang dan keluar dari kantornya. Aku menghela napas panjang, memejamkan mata sejenak, kemudian dengan gontai menyeret langkah menuju kasir, tapi ternyata makananku sudah dibayarkan oleh Alby. Aku pun memutuskan untuk turun dan tidak jadi ke toko buku, pulang ke rumah dan mengabari apa yang sebenarnya terjadi, kalau ia percaya aku bersyukur, kalau tidak, selama enam tahun ini berarti dia tak cukup mengenalku. Aku meninggalkan mall ini, melajukan mobil untuk segera tiba di rumah. Jarak yang ku tempuh sekitar 20 menit, tapi beb

