Bagian 32

1535 Kata

Aku pikir aku akan selesai ketika tadi nyaris tenggelam, tapi seseorang membantuku. Ku lihat seluruh dinding ruangan ini putih dan ku dapati Hendra sedang duduk di samping ranjang menatapku. Saat ini mungkin aku sedang berada di posisi Naya dulu. Menghadapi manusia aneh dan diselimuti rasa takut yang luar biasa, ada beberapa pertimbangan yang membuatku selama ini memilih untuk memendam sendirian, tapi aku tak akan membiarkan semua ini larut begitu lama seperti apa yang Naya rasakan. Awalnya ku pikir, semua akan berubah seiring berjalannya waktu. Tapi pola pikir ini salah! Sesuatu yang sudah menjadi sifat dasar sepertinya sama sekali tak bisa diubah. Hingga saat ini pun aku sangat ketakutan, bila terus bertahan bisa saja nyawaku yang hilang. "Pergi ...," ucapku lirih. "Sayang ... maaf.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN