"Ketika Mas Arya sakit Mba menyuruhku untuk datang, setelah Mas Arya sembuh Mba menyuruhku untuk pergi. Pertanyaannya, apakah Mba bisa mengurus Mas Arya sebaik aku?" Dia terdiam menatapku, aku merasa sikap tulus yang sudah ku berikan pada Naya disalah artikan. Jika memang pada akhirnya harus pergi, aku akan pergi, tapi bukan pergi untuk memenangkan siapapun. "Apa sedikitpun kamu tidak ingin berbagi bahagia, enam tahun ini kamu punya segalanya, termasuk cinta yang diberikan Mas Arya bukan?" "Lalu, bila aku pergi dan ia kembali padamu, apa kamu bisa memastikan kalian akan bahagia, Mba?" "Aku akan berjuang sekali lagi," ucapnya dengan suara yang mulai melemah. "Apa tidak lelah, Mba? Berapa kali kamu berjuang? Maaf! Kali ini aku sedikit kasar, karena Mba sudah berbicara sesuatu yang jujur

